|Sedikit yakin, banyak ragunya
"Lo kapan putus dari Noah?"
Kalimat tanpa pembuka yang di tujukan untuk seorang cewek yang kini tengah melipat kedua tangan di meja untuk ia jadikan tumpuan kepalanya. Merasa tidak ada sahutan atas pertanyaannya cowok dengan wajah oriental tersebut kembali berusaha untuk menarik atensi si cewek dengan menepuk bahunya. Orang itu Nadiva kemudian mengangkat kepala dan mendengus.
"Lo selain kepo, ngeselin juga ya orangnya!"
"Kok lo ngegas?!"
Ceilo, cowok yang kini menaruh semua atensinya
dengan menggeser kursi lebih dekat namun dengan cepat cewek ber-name tag Nadiva Adisty itu menggeser tubuhnya menjauh.
"Ya lo ngeselin, gue gak bakalan putus sama Noah. Lagian lo kenapa sih nanya kapan gue putus mulu? Suka lo sama gue?"
Ceilo melongos kemudian terkekeh, tangannya kini sibuk melipat sebuah kertas yang tergeletak di meja dan tak lama kertas tersebut sudah menjadi lipatan berbentuk pesawat. Tak cukup puas sampai situ tangannya ia ayunkan untuk menerbangkan lipatan kertas tersebut dengan mengayun lambat di udara kemudian mendarat tepat di kepala gadis dengan
potongan Medium Length Layered Hair dan respon si cewek langsung melotot padanya berniat untuk membalas dendam dengan menerbangkannya kembali pada Ceilo namun sayang kertas tersebut meleset dan mendarat mengenaskan di hidung siswa yang lain dan berakhir saling lempar kembali, Ceilo tertawa melihat hasil dari ulahnya.
"Lo gak jawab, gue anggap bener aja. Punya pacar gih jangan suka pacar orang." Nadiva kembali membuka suaranya sejak di abaikan oleh
Ceilo.
Ceilo adalah teman sebangkunya, tidak, awalnya Nadiva sebangku dengan cewek yang tadi terkena ulah jahilnya cowok itu yang bernama Ella. Namun Ella bertukar tempat dengannya yang duduk di depan untuk pindah ke belakang karena mata cewek itu minus. Ceilo yang tidak suka duduk di depan karena susah untuknya sekadar memejamkan mata barang sejenak melihat bahwa posisi bangku Nadiva aman dan strategis untuk ia tidur dengan cepat menyetujui usulan itu. Nadiva yang merasakan bahwa kenyamanannya perlahan akan
hilang itu hanya bisa menerima dengan pasrah, tidak apa-apa setidaknya Ceilo pintar, pikirnya jadi ia tidak akan kesusahan dengan ketidaktahuan
Ceilo menyerap pelajaran yang berakhir akan merepotkannya karena terus meminta jawaban soal tanpa usaha belajar. Sebenarnya Nadiva kurang
suka dengan teman sebangkunya yang baru itu, karena menurut pandangannya, Ceilo itu sombong dengan tatapannya yang tajam dan
jarang bicara namun sekali mengeluarkan suara maka suara itu lebih baik tidak di keluarkan, alias Ceilo itu nyinyir, omongan yang ia lontarkan tak
jarang di pikir sebelum di bicarakan.
Nadiva juga berpikir awalnya cowok yang hari ini tidak memakai dasi padahal adalah hari senin itu pendiam namun ternyata ia salah, cowok itu sangat bawel apalagi bawel terhadap hubungannya. Ceilo
terkenal karena kepintarannya dan juga sebagai kapten basket. Basket dan Ceilo adalah dua hal yang sulit di pisahkan. Namun meskipun ia terkenal
dan mudah berbaur tapi temannya yang akrab hanya sekitaran kelas saja, pun yang dikelas juga paling dekat hanya dengan Nadiva. Entahlah orang
lain merasa sedikit segan dengan Ceilo.
"Gue jomblo juga bukan karena mau sama lo kali. Nolak yang cakep demi lo? Ngimpi."
Dengan perawakan tinggi 177 sentimeter dengan kulit seputih susu bukan hal sulit sebenernya untuk Ceilo mendapatkan pacar. Banyak siswi-siswi
dari sekolahnya yang menyukainya, dari yang mulai terang-terangan, sampai menyukainya secara diam, adik kelas bahkan kakak kelas juga ada.
Akan tetapi sampai saat ini cowok bawel itu masih asyik menjomblo, katanya perempuan itu makhluk merepotkan dan Ceilo tidak suka itu.
Karena ia tidak suka di atur, itulah sebabnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klausa Asmara [END]
Fiksi RemajaNoah Alby hanya perlu tutup mulut untuk hal yang tidak seharusnya Nadiva Adisty-pacarnya, tahu. Sebuah pengkhiatan yang sudah ia lakukan sejak awal hubungannya yaitu mencintai perempuan lain. Kacaunya, Noah mencintai keduanya, tetapi tidak bisa mele...
![Klausa Asmara [END]](https://img.wattpad.com/cover/313478341-64-k179227.jpg)