|I don't wanna look at anything else now that I saw you, I don't wanna think of anything else now that I thought of you-Daylight
Kedua bahu itu silih bersinggungan serta langkahnya bergerak seirama memasuki area yang di penuhi orang-orang tengah lapar mencari asupan. Nadiva tersenyum begitupun dengan Noah, keduanya merasa seolah dilahirkan kembali dengan perasaan yang membuncah dua kali lipat, garis bahagia tercetak pada bibir masing-masing. Sesaat Nadiva akan memisahkan dirinya dengan berbelok ke arah meja teman-temannya namun dengan cepat Noah menarik pergelangan tangannya.
"Makan sama aku aja ya, bareng sama kakak kamu juga." Nadiva melirik ketiga kepala yang ada di meja tersebut tengah memperhatikan dirinya. Menelan ludah tiba-tiba ia merasa deg-degan karena bagaimanapun hal seperti ini tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.
Diliriknya Noah meminta keyakinan dan cowok itu
mengangguk. "Ayo, gak papa kok."
Nevan mempersilakan sang adik untuk duduk ditengah-tengah dirinya dan Noah. Karena kecanggungannya membuat Nadiva bergerak kaku, ia hanya tersenyum ketika matanya bertubrukan dengan teman kekasihnya. Kemudian tak lama Nevan bangkit untuk memesan makanan.
"Kok canggung gitu sih, santai aja, Nad." Bara menyengir ke arah Nadiva mencoba mencairkan suasana.
"Itu tuh karena dia takut sama lo." Serobot Davi.
Bara yang tidak terima langsung melotot karena apa yang mau ditakuti dari wajah imut nan ganteng ini?Pikirnya.
Noah terkekeh, "Cewek gue takut sama cowok ototan kayak lo."
Davi seketika ngakak dengan kepala mendongak ke atas sedangkan Nadiva secara refleks mencubit paha Noah karena sudah bicara ngawur.
"Itu mah buat nutupin kekurangan lo yang krempeng!" Sungut Bara yang langsung manyun.
Noah sangat menyukai ekspresi Bara yang tengah merajuk karena merupakan hiburan tersendiri. "Krempeng gini juga Nadiva mau tuh sama
gue."
"Lebih cepet laku yang krempeng, lo sama Nevan apaan badan doang gede tapi jomblo karatan mah." Kali ini Davi yang menimpali.
"Mubadzir banget kan wajah ganteng si Nevan tuh"
Ucapan tersebut didengar oleh Nevan yang tengah berjalan membawa nampan makanan.
"Lo mau gue restuin apa cukup sampe sini aja hubungan kalian hah?" Noah mengerucutkan bibir karena ancaman itu.
"Nadiva, gue gak tahu cowok lo sesombong ini ternyata. Karma lo nanti diputusin."
Nadiva berusaha menahan tawanya dan hanya tersenyum ketika melihat Bara menggelengkan kepalanya serta mendumal membuat Noah dan Davi semakin ngakak karena berhasil menggoda Bara.
"Boro-boro pacaran yang ngecrushin gue aja gak ada, asu. Gak ada yang mau." Celetuk Nevan yang tangannya bergerak menurunkan makanan dari nampan.
Satu gelas es teh dan sepiring siomay tanpa sayuran tersaji dihadapannya, Nadiva tersenyum dan setelahnya menggumamkan kata terima kasih pada sang kakak. Semenjak Noah ke rumah hubungan
keduanya ikutan membaik.
Akibat celetukan tersebut membuat Davi berdecih, "Denger omongan hoax kakak lo, Nad, gak ada yang mau katanya."
"Sok ngaleuleungit si eta mah,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Klausa Asmara [END]
Novela JuvenilNoah Alby hanya perlu tutup mulut untuk hal yang tidak seharusnya Nadiva Adisty-pacarnya, tahu. Sebuah pengkhiatan yang sudah ia lakukan sejak awal hubungannya yaitu mencintai perempuan lain. Kacaunya, Noah mencintai keduanya, tetapi tidak bisa mele...
![Klausa Asmara [END]](https://img.wattpad.com/cover/313478341-64-k179227.jpg)