|Take a chance with me
Istirahat kali ini terasa berbeda dari biasanya karena hanya ada Davi dan Bara yang duduk di meja yang biasanya berisikan empat orang. Davi diam memandangi dimsum pesanannya yang kali ini tidak menggugah seleranya seperti biasa dan Bara hanya melipat kedua tangannya di dada dengan memandangi orang-orang yang bergantian keluar masuk kantin. Ketidak hadiran dua orang sangat memberikan kesan berbeda pada keduanya, Nevan yang memilih menghabiskan waktu istirahatnya dengan ikut bermain futsal kecil-kecilan bersama teman kelasnya yang lain sedangkan Noah keberadaannya tidak diketahui. Bara dengan mudah bisa menebak kalau Noah tidak mungkin menghampiri Nadiva karena dilihat sekarang cewek itu tengah celingukan ke meja arahnya kemungkinan besar mencari Noah.
"Ini kita gak bakalan selamanya kayak gini kan?" Sebuah keluhan lolos dari Davi. Baru sehari saja dirinya sudah tidak betah dan ingin segera masalah ini cepat mendapat jalan keluarnya. Karena tidak hanya Noah, dirinya juga kaget mendengar fakta yang disebutkan Nevan. Saking bingungnya, Davi kesulitan untuk berada dipihak yang mana karena menurutnya baik Nevan dan Noah mempunyai letak kesalahannya masing-masing.
"Lo juga kenapa diem terus sih, Bar?" Decak Davi karena kesal Bara hanya mengacuhkannya.
Bara meraih botol minum kemasan dan meminumnya kemudian berdehem, entahlah dirinya hanya bersiap-siap akan terkena omelan Davi setelah dirinya mengeluarkan suara. "Gue sebenernya udah tau dari lama Noah begitu."
"Tolol." Kan, apa kata Bara.
"Kalo lo bener-bener temen harusnya jangan biarin temen lo goblok kayak gitu! Kalo gitu lo sama aja kayak dia."
"Udah gue ingetin. Tapi gue ngerasa Noah bakalan berubah, lo ngerasa gak sih Noah udah banyak berubah?"
Davi mengerutkan keningnya setelah Bara melontarkan pertanyaannya itu. Kilas balik Noah setahun kebelakang kini mulai bermunculan dan Davi mengerjap ketika menyadari perubahan itu. Sikap Noah dulu dan sekarang memang banyak berubah terbukti bahwa dulu cowok itu sangat acuh terhadap Nadiva. Bahkan hanya untuk kelihatan galau karena diacuhkan cewek itu saja baru Davi lihat kemarin-kemarin. Uring-uringannya Noah ketika cemburu pacarnya dekat dengan temannya, sangat berbeda dengan sikapnya yang dahulu. Dulu Davi pikir mungkin karena memang dengan cara seperti itu Noah menunjukkan rasa cintanya, tahunya karena cowok itu mengharapkan cewek lain. Brengsek memang, kesalnya.
"Kenapa harus kepergok sama Nevan sih? Lebih kagetnya lagi gue baru tau kalo Nadiva sama Nevan itu adik kakak." Davi menelungkupkan wajahnya pada kedua tangannya. Dirinya saja sudah merasakan pening apalagi Noah yang mengalaminya.
Bara menganggukkan kepalanya, "Gue juga sebenernya kecewa karena Nevan nyembunyiin hal itu. Tapi, mungkin aja dia punya alasan, kita belum tahu karena dia belum ngomong."
"Gue gak bisa bayangin diposisi Noah, Nevan maupun Nadiva. Terlalu rumit, rasanya gue pengen tidur aja saking pusingnya. Menurut lo, Noah udah putus apa belum?" Davi bangkit kali ini tangannya mulai mengulur memakan makanan yang sedari tadi ia diamkan yang sudah berubah menjadi dingin.
Tatapan Bara jatuh pada Nadiva yang duduk di meja pojok yang mengarah pada pintu kantin bersama temannya. Hanya diam, namun tatapannya bergerak gelisah dengan pandangan yang tidak lepas ke arah depan. Tangan Bara mengusap area pelipisnya dan berakhir menangkup salah satu pipinya. "Kayaknya belum, Noah kayaknya belum nemuin Nadiva."
"Gue kalo jadi Nadiva juga bingung sih, tapi mungkin aja langsung putusin. Gila aja setahun dibohongin, tapi kan dia juga bohongin Noah. Aduh gue pusing deh, Bar, ini gimana caranya kita biar Noah sama Nevan baikan? Gak mau gue lama-lama kayak gini."
Omelan Davi hanya dibalas dengan gerakan bahu Bara pertanda bahwa ia juga sama bingungnya.
●●●●
KAMU SEDANG MEMBACA
Klausa Asmara [END]
Teen FictionNoah Alby hanya perlu tutup mulut untuk hal yang tidak seharusnya Nadiva Adisty-pacarnya, tahu. Sebuah pengkhiatan yang sudah ia lakukan sejak awal hubungannya yaitu mencintai perempuan lain. Kacaunya, Noah mencintai keduanya, tetapi tidak bisa mele...
![Klausa Asmara [END]](https://img.wattpad.com/cover/313478341-64-k179227.jpg)