|I never learn my lesson so I always do it twice—Miley Cyrus
Noah merangkul bahu Nevan ketika cowok itu sudah turun dari motornya. Mereka berjalan berangkulan.
“Sebagai calon kakak ipar gue, gue butuh saran dari lo.” Kaki panjang itu diayunkan untuk berbelok menyusuri lorong koridor yang mulai dipadati siswa.
“Kayak yang mau jadi aja.” Cibir Nevan.
“Gue kan udah mengantongi restu dari lo,”
“Kayak yang mau direstuin bapak gue aja.”
Noah berhenti, Nevan yang tadinya hendak melanjutkan langkah langsung ditarik cowok itu untuk ikut berhenti. Nevan menahan tawanya ketika sorot cemas dari mata Noah bergerak gelisah menatapnya.
“Van, bapak lo galak?”
Nevan mengangkat sedikit dagunya, kedua tangannya bersarang pada saku celana seragam sekolah. “Bapak gue sih baik, cuman gak tau kalo
calon mantunya suka nyebut salah satu anaknya pake namanya.”
Noah menelan ludah dan mengumpat tertahan, keduanya kembali berjalan. “Tapi kan gue gak sesering Bara, Van yang suka manggil lo pake
nama bapak lo.”
“Tetap dong Noah, kayak gitu tuh pamali. Kalo si Asep kan beda, dia gak bakalan nikahin adek gue.”
Tubuh Nevan terhuyung ke depan ketika tengkuknya terkena tamparan dari tangan Noah.
“Goblog. Kata lo pamali!” umpat Noah karena
Nevan menyebut Bara dengan nama ayahnya.
Mendengar seruan tersebut membuat bibir tipis milik Nevan tertawa. Mereka sampai di kelas dan tidak menemukan Bara dan Davi di sana padahal lima menit bel masuk akan berbunyi.
“Gue sampe lupa lo mau minta saran apa.” Setelah duduk dengan nyaman Nevan kembali membuka suara.Seolah diingatkan dengan tujuannya yang sempat terlupakan, tubuhnya ia bawa untuk menghadap cowok itu.
“Gue mau ngasih hadiah buat adek lo, kira-kira apa ya.”
Alis tebal itu terangkat, “Nadiva ultahnya perasaan masih lama.”
“Bukan buat ultah, kita bentar lagi anniv jadi gue mau ngasih sesuatu gitu.” Terang Noah yang ditanggapi anggukan oleh Nevan. Lebih tepatnya
anniversary yang ke dua tahun di minggu setelah UTS dilaksanakan. Noah ingin sesuatu yang berbeda ditahun ke duanya ini setelah di tahun sebelumnya dia tidak memberi apa-apa untuk ingat saja dirinya tidak.
“Oh jadi lo bingung mau ngasih apa?” Davi tiba-tiba datang dan langsung menimbrung obrolan diikuti Bara di belakangnya.
Noah mengangguk, “Betul, Dav, gue pengen bikin cewek gue seneng aja, kira-kira dikasih apa?”
“Dikasih cowok lain, bray.”celetuk Bara yang mengundang gelak tawa Nevan dan Bara sedangkan Noah terbelalak dengan jengkel.
“Beungeut sia hurung!”
“Loh, saran Bara itu udah paling top, Noah.” Noah hanya mendelik pada Davi.
“Nggak masuk diakal cara berpikir lo.” Noah menggapai buku paket kemudian digulung setelahnya ia memukul bahu Bara menggunakan
buku tersebut.
“Goblok. Tapi boleh dicoba sih.” Tangan Nevan dengan heboh memukul meja dengan masih cekikikan.
“Noh, calon kakak ipar lo aja setuju. Lagian lo bisa jadi orang pertama yang ngasih hadiah anniv antimainstream kayak gitu.” Bara memaparkan usulannya dengan semangat membara. Dirinya semakin bahagia ketika melihat raut jengkel di wajah Noah yang sudah memerah.
“Setuju. TRIAD aja punya lagu Madu Tiga artinya ngasih tau punya pasangan lebih dari satu itu memang menyenangkan.” Nevan semakin
memanas-manasi Noah yang kini bersidekap dada. Hendak protes tapi setiap dirinya akan membuka mulut suara teman-temannya langsung
menghentikannya. Tidak kuat ingin menyumpah serapahi ketiga curut itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Klausa Asmara [END]
Teen FictionNoah Alby hanya perlu tutup mulut untuk hal yang tidak seharusnya Nadiva Adisty-pacarnya, tahu. Sebuah pengkhiatan yang sudah ia lakukan sejak awal hubungannya yaitu mencintai perempuan lain. Kacaunya, Noah mencintai keduanya, tetapi tidak bisa mele...
![Klausa Asmara [END]](https://img.wattpad.com/cover/313478341-64-k179227.jpg)