"Nyonya, bagaimana jika Tuan marah?" tanya Bely khawatir.
Jawab Leyvi dengan sedikit terkekeh geli, "Jika kau memberitahunya, Noah pasti akan marah."
Wanita itu tidak tahan jika harus diam tanpa melakukan apapun selain menyaksikan drama percintaan yang membosankan. Jadi, ia pun memilih melakukan sesuatu yang lain setidaknya tidak hal yang membosankan.
Seperti saat ini, kembali ke dapur dan membuat roti. Bukan Leyvi jika ia benar-benar mendengarkan peringatan Noah. Lagipula, ia juga sedang balas dendam kepada Noah, karena suaminya itu kembali pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Menyebalkan sekali.
"Hei, nona mesum! Jangan mengaduknya seperti itu," tegur Leyvi sambil mengernyitkan kening melihat Bely mengaduk adonan terlalu kasar, seakan tertular oleh virus zombie. Leyvi lalu segera mengambil alih mengaduk adonan dengan lembut.
Ketika mereka sedang asyik dengan kegiatan tersebut, tiba-tiba bel rumah berbunyi.
Bely dengan cepat berlari menuju depan untuk membukanya. Waktu berlalu beberapa menit, dan Leyvi merasa aneh karena Bely belum kembali juga. Ia lalu memutuskan untuk menyusul Bely dan bergegas menuju ke depan.
Namun, langkah Leyvi terhenti tepat saat Bely akhirnya muncul. Dan gadis itu tidak sendirian.
Seorang wanita berdiri di belakangnya,
Wajahnya yang tidak asing bagi Leyvi. Sebuah kebingungan yang dalam melintas di mata Leyvi saat dia mengerutkan keningnya mencoba mengingat-ingat.
Wajahnya terlihat tidak asing?
Dan kemudian, seperti petir yang menyambar tiba-tiba, nama keluar dari bibir Leyvi yang hampir tidak percaya, "Maria?"
Wanita yang terlihat Maria tersenyum, seolah-olah mengetahui bahwa dia telah menghadirkan kejutan yang tak terduga. Membuat Leyvi seketika merasakan campuran emosi yang berkecamuk dalam dirinya.
***
"Sudah kukatakan untuk tidak melakukan apapun, dia benar-benar keras kepala," ucap Noah dengan sedikit kekesalan. Matanya terpaku pada layar komputer di depannya, menampilkan tayangan CCTV yang memperlihatkan seseorang tengah melakukan sesuatu di balik sana.
Tiba-tiba, Jake memasuki ruangan Noah dan melihat temannya yang begitu serius menatap layar komputer. Pandangannya kemudian tertuju pada sebuah koper hitam besar yang terletak di samping sofa. "Kau ingin pergi?" tanya Jake dengan rasa ingin tahu.
Noah melirik Jake sejenak sebelum menjawab, "Tidak." Suaranya tegas saat ia kembali memfokuskan perhatiannya pada layar komputernya.
"Apa itu porno?" goda Jake dengan senyuman nakal.
Noah menatapnya tajam seraya mengancam, "Tutup mulutmu sebelum ku bakar."
Jake terkejut mendengar ancaman Noah dan menyahut dengan nada bercanda, "Ho, seram sekali. Kau sangat ahli saat mengancam. Kau begitu sensitif akhir-akhir ini... Ah, aku ingat, Leyvi tengah mengandung."
Noah tidak merespons kata-kata Jake, dia hanya diam dan tetap fokus menyaksikan kegiatan seseorang yang terpantau melalui layar komputernya.
Jake memutuskan untuk duduk di sofa, sedikit mengernyit heran saat melihat ekspresi wajah Noah yang berubah-ubah. Meskipun masih dominan datar, namun terlihat ada sedikit senyuman yang muncul. "Tolong jangan tersenyum, Sir, kau membuatku merinding." ucap Jake sambil berdiri dan meninggalkan ruangan Noah dengan perasaan takut.
Noah dengan lihai memindahkan tampilan CCTV dari layar komputernya, ingin mengikuti ke mana Leyvi pergi. Ketika layar berpindah, ia justru disambut dengan pemandangan yang tak terduga. Ia melihat seorang wanita lain yang berada di kediamannya, bukan hanya Leyvi dan Bely yang terlihat di sana. Dan dalam sekejap, Noah merasakan kejutan yang memenuhi dirinya karena ia mengenali rupa wanita itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Get Divorced, Noah
Romansa"Mari berpisah," "Mari berpisah, Noah." © 2022, Emmicavu