BAB 29

9.8K 530 4
                                    

Noah menyesap kopinya santai seraya menikmati keindahan rintik hujan yang mengguyur kota.

Pria itu tampak tersenyum.

Seorang wanita lalu masuk setelah mengetuk dan berkata jika kendaraan yang ingin digunakan telah siap.

Noah mengangguk paham. Pria itu melangkah dan menyimpan cangkir kopinya di meja lalu meraih jasnya untuk dikenakan.

Suasana hatinya sangat baik hari ini. Mungkin saja, ini adalah efek dari pertemuan mengejutkan dengan mantan istrinya.

Lihat saja, bahkan Noah tidak sadar jika yang masuk di ruangannya tadi adalah seorang wanita.

Noah berjalan dengan dua sekretaris wanita di kedua sisinya.

Dua wanita itu tampak saling memandang seolah tengah berbicara dari mata ke mata.

"Apa dia baik-baik saja?"

"Aku tidak tahu. Dia bahkan tidak marah saat aku masuk ke ruangannya, aneh bukan?"

"Oh sial. Sepertinya dia sakit."

"Entahlah. Lupakan saja. Mungkin saja, ini hari baiknya."

Jake datang dan membuka mobil untuk Noah. Setelahnya, 2 sekretaris wanita di sana membungkuk selama mobil yang dikendarai Jake pergi menjauh.

Jake bergidik geli melihat senyuman tak biasa di wajah Noah. "Dasar gila." makinya berbisik.

"Aku mendengarmu."

Jake tertawa masam setelahnya.

Selama perjalanan, tak ada obrolan apapun yang terjadi. Noah yang sudah jelas mustahil memulai pembicaraan, dan Jake yang kehabisan topik untuk dibicarakan.

Mobil berhenti saat lampu lalu lintas berganti warna. Noah beralih pandangan ke arah kiri yang terlihat ada kerumunan.

Nampaknya, ada sebuah pertikaian antara 3 orang. Sama sekali tak ada melerai mereka meski kini sudah saling memukul satu sama lain.

Noah menurunkan kaca jendela mobil. Dan sekarang ia bisa mendengar jelas pertengkaran disana. Meski tidak begitu tahu, ia bisa menebak jika pertikaian terjadi karena perselingkuhan.

"Bajingan sialan. Mati saja kau dengan jalangmu itu!"

Makian hebat yang keluar bukan dari antara tiga orang itu. Melainkan dari seseorang yang menonton di sana. Noah tersenyum karena merasa ia pernah mendengar makian seperti itu.

Ah. Makian mantan istrinya dua tahun lalu yang sempat membuat kehebohan.

Di depan, Jake tampak kebingungan dengan senyuman Presdirnya yang semakin lebar saja.

Jujur, Jake merinding melihatnya.

"Mengerikan."

***

Noah, menghadiri pesta peringatan tahun pernikahan kerabatnya. Ia tampil rapi dengan setelan jas yang elegan.

Ketika Noah memasuki ruangan pesta, wajahnya terlihat seperti biasanya, dingin dan tajam.

Meski tidak menunjukkan ekspresi yang cerah, ia tetap menjaga sikap dan menyapa kembali para tamu yang menyapanya, namun lebih formal dan sedikit lebih distanced.

Noah menghadiri pesta ini karena Sarah yang terus saja memaksanya. Terus berkata jika ini untuk menjaga hubungan bisnis yang baik.

Ia berencana akan pergi setelah memberikan ucapan selamat secara singkat.

Namun, sepertinya tidak.

Pandangan teralihkan saat pasangan, baru saja masuk ke dalam ruangan.

Noah mengepal kuat tangannya.

Let's Get Divorced, NoahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang