"Tidak." tolak Noah langsung.
"Tapi, kau sudah setuju."
"Ya. Sebelum aku hampir kehilangan kalian."
Kalian? Leyvi tersipu mendengarnya.
"Tapi Noah, aku benar-benar harus kembali. Sebentar saja. Ng?"
Wanita itu mencoba untuk kembali membujuk Noah agar memberinya izin untuk kembali sebentar saja ke Haven Island. Namun, sepertinya Noah tidak akan semudah itu untuk di bujuk kali ini.
"Tidak Abigail..." Noah menatapnya lembut. "Tidak sampai kau benar-benar sehat kembali."
"Aku sudah sehat. Lihatlah?"
Noah menghembuskan nafasnya sebelum kembali berkata. "Abigail, aku hampir kehilanganmu, dan itu benar-benar membuatku hampir ingin gila rasanya." Noah mengusap lembut pipi Leyvi yang kemerahan. "Kumohon, kali ini saja, dengarkan aku."
Leyvi melihat tatapan mata Noah yang tampak ketakutan, mau tidak mau ia harus mendengarkannya. "Baiklah."
Leyvi tampak sedih karena mau tidak mau ia memang harus mendengarkan Noah. Ia sedikit khawatir dengan Bely dan Madre. Leyvi terlalu lama meninggalkan mereka, dan sekarang ia tidak bisa kembali sementara waktu.
"Apa?!"
Leyvi menjauhkan ponselnya dari telinga beberapa detik lalu kembali menempelkannya.
"Nyonya apa? Ha, ha, hamil?" tanya Bely lagi untuk memastikan telinga dan sinyal ponselnya baik-baik saja.
Alih-alih menjawabnya, Leyvi hanya tertawa kaku.
"Siapa ayahnya? Oh ya ampun, saya tidak menyangka Nyonya akan menjadi wanita nakal disana."
"Bely, jangan menggodaku."
"Tuan Noah pasti akan sedih mendengarnya. Saya bisa melihat jika Tuan Noah masih mencintai Nyonya. Tapi, sepertinya dia harus mundur sekarang. Ng... Nyonya, apa ayahnya, Tuan Ra-"
"Noah."
"Eh?"
"Ayahnya adalah Noah."
Bely terdiam. Ia benar-benar kehabisan kata-kata untuk di ucapkan lagi.
"Bely?"
"..."
"Bely? Halo?"
"..."
"Kau baik-baik saja? Apa sinyalnya hilang."
Sambungannya tiba-tiba terputus. Leyvi berpikir jika sinyal di sana sepertinya hilang. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah Bely mematung di tempat. Kabar Leyvi hamil memang membuatnya terkejut tapi mendengar kehamilan Leyvi karena Noah adalah hal yang lebih mengejutkan.
"Mereka melakukan itu." gumam Bely polos.
***
Setelah mendengar kehamilan Leyvi, tentu saja Noah tidak ingin menunggu lagi untuk menikahinya.
Sarah pun sama, ibu Noah itu, terus mendesak Noah agar segera menikahi Leyvi sebelum seorang pria lain datang merebutnya.
Noah sempat pusing beberapa hari akibat Sarah yang terus menerus mengganggunya. Tapi pria itu bisa melewatinya dengan baik karena Leyvi yang mendukungnya.
Hingga tibalah hari bahagia mereka. Leyvi sedikit malu karena semua tamu undangan di sana mengetahui kabar kehamilannya.
Berbeda dengan pernikahan pertamanya dengan Noah, pernikahan kali ini lebih terbuka, bahkan Noah mengundang seluruh penghuni Haven Island. Leyvi tentu tercengang karena tidak hanya beberapa orang saja dari Haven Island, melainkan seluruhnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Let's Get Divorced, Noah
Romansa"Mari berpisah," "Mari berpisah, Noah." © 2022, Emmicavu