- 𝘔𝘖𝘔 : 𝘋𝘖𝘕'𝘛 𝘓𝘌𝘈𝘝𝘌 𝘔𝘌 -
"Aku ingin menghabiskan waktuku dengan Eunbi."
Jisoo turut memandang langit malam di rooftop rumah sakit ini, ia berdiri tepat di sebelah Sowon dan menyerahkan satu cup minuman hangat. Tenang saja, Jisoo membeli minuman hangat yang ramah untuk tubuh Sowon. Mulai sekarang Jisoo akan melarang Sowon minum kopi.
"Aku akan menghabiskan sisa hidupku bersama Eunbi."
Jisoo menyeduh kopinya perlahan. "Dan membuat Eunbi nyaman lalu meninggalkan dia, begitu?"
"Soo yya, jika tidak seperti itu, aku bisa dilupakan Eunbi."
"Jangan berbicara omong kosong, kamu akan sembuh."
"Tapi apa yang bisa aku harapkan?" tanya Sowon. "Tidak ada, waktuku pasti tinggal sebentar, seperti Ayah yang tak terselamatkan hari itu."
"Ayahmu sudah berumur, kurasa faktor usia membuatnya tak kuat melewati berbagai pengobatan," beber Jisoo. "Lihat Yewon, anak itu berjuang sampai sejauh ini, dia bertahan karena ada keinginan untuk tetap hidup."
Sowon menyeduh minuman itu segera, apa yang diucapkan Jisoo benar adanya. Bahwa ada banyak pasien yang bisa bertahan melawan penyakit ganas tersebut.
"Pikirkan hal-hal yang baik, beri dirimu motivasi seperti kamu memotivasi pasien-pasien."
Sowon mengembuskan napas berat. "Entahlah, aku merasa bahwa hidupku sebenarnya tidak akan panjang lagi. Aku tidak punya harapan apapun."
"Eunbi. Hwang Eunbi, dia harapanmu."
"Tidak semudah itu, Jisoo." Sowon berucap sembari memandang bintang di langit sana.
"Ibu!!! Ibu tolong, Ibu tolong Eunbi, Kak Lisa terus saja mengoceh, mulutnya sampai berbusa!"
"Hwang Eunbi, dengarkan aku, aku sedang cerita, kamu seharusnya duduk dan dengarkan saja ceritaku, begitu saja repot, heran."
Eunbi memeluk kaki jenjang Jisoo, saat mendongak dan menyadari salah orang Eunbi segera beralih menuju ke tujuannya. Eunbi tidak sendirian, ada Lisa yang mengekorinya dengan omelan-omelan khas miliknya.
"Hei, Hwang Eunbi." Lisa berlagak bak seorang rapper. "Ayolah, kamu ini seperti melihat setan saja, aku sedang cerita seharusnya kamu dengarkan."
"Ibu mau pulang," kata Eunbi.
"Lisa yya, pelan-pelan kalau bicara," tegur Jisoo. "Kasihan Eunbi."
"Ibu ayo pulang~" ajak Eunbi setengah merengek. "Mau bobo, mengantuk."
"Bobonya masih sama Ibu, ya~" goda Lisa. "Iyalah, anak kecil, piyik, bantet seperti kamu itu pasti manja."
"Tidak, ya!!!" Eunbi memekik tak terima. "Enak saja, aku ini bukan anak kecil, lagipula aku sudah besar sekarang, iyakan Bu?"
"Heem," jawab Sowon.
"Kamu dengar?" Eunbi berucap dengan bangga. "Jangan mentang-mentang kamu lebih tua dari aku, kamu bisa seenaknya meledekku!"
Jisoo menjewer telinga Lisa sekali. "Ibu bilang jangan bicara sembarangan, ah!"
"Aduh, Ibu ini tidak tahu sopan santun sekali," komentar Lisa. "Kalau telinga Lisa copot, bagaimana?"
Eunbi menarik-narik lengan Sowon. "Ayo pulang, Bu. Eunbi mau bobo, Eunbi mengantuk, mau pulang~"
"Katanya sudah besar, tapi tidak bisa pulang sendiri, huh!" celetuk Lisa.
"Lisa!" tegur Jisoo.
"Diam kamu, ya!" Eunbi marah dan langsung saja mencomot mulut Lisa gemas. "Eunbi tidak mau bicara sama kamu lagi, kamu menyebalkan, huh!"
KAMU SEDANG MEMBACA
MOM
Fanfiction[COMPLETED] Book 1 "Ibu, jangan tinggalkan Eunbi." [02-01-23] #3 Sinb
