30. Di Sini, Sama Ibu

294 54 30
                                        

- 𝘔𝘖𝘔 : 𝘋𝘖𝘕'𝘛 𝘓𝘌𝘈𝘝𝘌 𝘔𝘌 -

Seulgi menatap setiap gerakan tubuhnya, dia sedikit terkejut saat melihat detailnya bocah Hwang melakukan tarian hip hop. Ya, dia akui kalau Eunbi masih kecil, tenaganya masih bagus, tapi untuk gerakan sedetail itu, agaknya dia setingkat lebih tinggi dari bocah-bocah seusianya. Di sampingnya Lisa juga menari, tentu saja memiliki gerakan detail karena sering berlatih bersama bibinya. Dia dikhususkan menjadi guru menari anak usia enam sampai sepuluh tahun saja, setelah lulus dia akan mengantar anak-anak didiknya ke pelatihan sesuai usia mereka.

Dering ponsel mengalihkan atensinya, Seulgi meninggalkan ruang latihan untuk menerima panggilan masuk dari adiknya. Kang Jisoo memanggilnya, kalau dia yang menelepon harus dijawab. Pernah sekali menolaknya, besoknya Jisoo tidak menjemput Lisa sampai Seulgi harus mengurus bocah itu.

"Hallo?"

"Kakak, bisa pergi menemui Pak Guru Woozi? Tolong katakan padanya bahwa muridnya yang bernama Hwang Eunbi akan pulang bersama kamu."

"Hwang Eunbi?"

"Iya, pokoknya kamu datang saja ke tempat les piano, satu lantai lebih tinggi dari tempat lesmu, 'kan?"

"Hwang Eunbi, Soo?"

"Iya Kakak~"

"Tapi, hari ini murid bernama Hwang Eunbi telah masuk ke tempat lesku, dia sedang menari bersama anak-anak lainnya di ruangan."

"Kamu bercanda? Aku kirimkan foto anak itu, jika dia benar ada di tempatmu, bawa dia pulang bersama Lisa, ke rumah sakit."

Seulgi mengembuskan napas panjang, dia tidak menjawab perkataan Jisoo, tak beberapa lama notifikasi pesan masuk muncul. Saat dibuka, Seulgi melihat dengan jelas kalau Hwang Eunbi itu memanglah bocah kecil yang berada di dalam ruangannya saat ini.

"Tapi, kenapa dia tidak bilang kalau datang ke sini untuk les piano?"

"Bibi! Bibi Seulgi!"

Seulgi terperanjat, dia berbalik dan mendapati Lisa yang terlihat panik.

"Kenapa?"

"Itu, di dalam, Eunbi bertengkar sama yang lain!"

"Apa?"

Tanpa berpikir lagi Seulgi berlari memasuki ruangan menari, dia lantas memasuki kerumunan yang ternyata sedang menghakimi Eunbi selaku murid baru. Buru-buru Seulgi memangku Eunbi, menariknya dari kerumunan karena takut terjadi hal yang tak diinginkan.

"Hei, kamu bisa mendengar saya?"

Eunbi memberontak dalam pangkuannya, dengan sangat terpaksa Seulgi menurunkan dia saja. Bocah Hwang menatap tak suka ke arah anak-anak di sana, lalu dia mengambil tasnya siap pergi dari ruangan.

"Mereka sangat menyebalkan!"

"Mereka jahat!"

"Mereka tidak sopan!"

"Eunbi tidak suka!"

Di sela langkahnya Eunbi mengumpat, dia benar-benar kesal saat mereka semua menyenggol lengannya hingga ia terjatuh. Tentulah dia marah, sehingga terjadi adu mulut yang berakhir dengan Eunbi kalah dikeroyok mereka semua.

"Hwang Eunbi!"

Eunbi menoleh ke belakang, dia menghentak kesal sambil melangkahkan kakinya lebih cepat dari sebelumnya tak ingin dikejar. Tetapi, Lisa jauh lebih cepat daripada dirinya, mencengkram lengannya menahan.

"Mau ke mana?" tanya Lisa. "Tunggu Bibi Seulgi sampai selesai, dia akan mengantar kita ke rumah sakit."

"Tidak, Eunbi akan pulang ke rumah."

MOMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang