- 𝘔𝘖𝘔 : 𝘋𝘖𝘕'𝘛 𝘓𝘌𝘈𝘝𝘌 𝘔𝘌 -
"Apa semua baik-baik saja?"
Eunbi menganggukan kepalanya lucu, di tangan dia ada es krim rasa vanila yang sedang dinikmati secara perlahan. Dia berhasil menikmati es krim tanpa harus menodai daerah sekitaran bibirnya, membuat dia terlihat seperti orang dewasa yang sangat bersih.
"Apa sudah punya teman?"
Eunbi menggelengkan kepalanya, dia jika diberi makanan yang lezat tak akan menjawab dengan mulutnya. Terkhusus untuk makan, Eunbi tidak akan bisa mengabaikan kenikmatan makanan lezat hanya karena mengobrol.
"Baiklah, mungkin suatu hari nanti kamu mau berteman."
"Tidak!"
Tepat ketika Sowon memberhentikan laju mobilnya Eunbi tiba-tiba saja menyahut dan melemparkan es krim ke dashboard sehingga menimbulkan noda membekas di sana. Bahkan, Eunbi sampai hendak keluar mobil jika saja Sowon tidak mengunci otomatis seluruh pintu mobilnya ini.
"Eunbi tidak mau punya teman, jangan paksa Eunbi untuk berteman," katanya.
"Apa baik bersikap seperti itu?"
"Ibu juga harus berhenti menyuruh Eunbi berteman, Eunbi bisa hidup tanpa teman!"
"Memangnya Ibu memaksa kamu untuk berteman tadi?" Sowon bertanya sedikit marah. "Tidak, Ibu hanya bilang kalau mungkin suatu hari nanti kamu mau berteman."
"Tetap saja, itu pemaksaan." cetus Eunbi sembari memalingkan pandangannya.
Sowon mengembuskan napas kasar, lalu ketika lampu hijau menyala ia melajukan mobilnya. Dia dan Eunbi berada dalam keheningan sekarang, saling diam satu sama lain karena memiliki fokus masing-masing. Sowon melirik kekacauan di dashboard mobilnya yang dibuat oleh Eunbi, lalu menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan sifat putrinya.
"Ibu tidak pernah mengajari kamu untuk bersikap seperti itu, ya. Tidak baik."
"Memangnya kapan Ibu mengajari Eunbi? Tidak pernah."
"Hwang Eunbi!"
"Kenapa?"
Sowon menginjak rem secara tiba-tiba, terdengar suara klakson yang bersahutan pertanda bahwa saat ini lalu lintas sedang ramai. Menyadari perbuatannya Sowon buru-buru melanjutkan perjalanan agar tak menyebabkan kemacetan di jalanan. Baru satu hari menghadapi Eunbi sudah seperti ini.
"Mau makan apa?" tanya Sowon yang berusaha mencairkan suasana.
"Cari saja makanan di luar," jawab Eunbi masih dingin.
"Stok bahan masakan masih ada di dapur, jadi kamu mau makan apa?"
"Eunbi bilang cari saja makanan di luar, Bu!"
"Ibu bisa memasak, Ibu akan membuatkan makanan untuk kamu!"
Ternyata sama kerasnya mereka berdua ini. Like mother like daughter itu nyata adanya. Eunbi yang keras kepala berdebat dengan ibunya yang tak suka mengalah. Sudah pasti kehidupan mereka akan semakin seru jika Eunbi beranjak dewasa kelak.
Besok merupakan hari yang akan menentukan seberapa lama Hwang Jeonghan dihukum atas tindakannya. Kabar mengenai bocah Han pun disebutkan sedang kritis karena kehilangan banyak darah serta adanya retakan di kepala bagian belakang. Kemungkinan terburuknya ialah hukuman mati, karena yang ia hadapi adalah keluarga terpandang yang bisa melakukan apapun dengan uang mereka.
Eunbi diam-diam melirik ibunya yang terlihat tak bersemangat, lalu ia berinisiatif mengambil beberapa helai tisu untuk menghapus noda es krim. Sowon pun diam-diam melirik Eunbi, tersenyum tipis melihat aksi putrinya saat membersihkan kekacauan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOM
Fiksi Penggemar[COMPLETED] Book 1 "Ibu, jangan tinggalkan Eunbi." [02-01-23] #3 Sinb
