berkunjung (part 2)

200 18 0
                                        

setelah berbincang-bincang diruang tamu tadi, sekarang Kafka sudah menggunakan baju milik Joe, ia membantu mama Nadella memasak untuk makan siang. Joe sedang pergi sebentar ke supermarket untuk membeli beberapa bahan yang diinginkan mama Nadella.

"ma, ini lalu gimana?" tanya Kafka

"itu ditumis aja, sayang" jawab mama Nadella

"Kafka tolong ulek ini ya"

"pinter banget menantu mama"

"udah cocok, ka, jadi istrinya anak mama"

"aku cowo mama!"

"ka, ambilin micin dong"

"astaga! Kafka ini bukan micin sayang  ini garam"

"emang beda ya, ma?"

"beda banget, Kafka"

begitulah percakapan tidak bermanfaat dari dua orang yang sedang mengacak-acak dapur.

"udah pulang jo? mana pesanan mama?" teriak mama Nadella saat mendengar suara pintu yang terbuka lalu tertutup.

"lho! Jhoan! mama merindukanmu!" mama Nadella berlari menghampiri pemuda yang dipanggil Jhoan.

"ma, ini di---" ucapan Kafka terhenti saat melihat siapa yang dateng. ia mengerutkan dahinya

"lho, bang Arva? ngapain bang?" tanya Kafka

"kalian kenal?" tanya mama Nadella menatap Jhoan aka Arva dan Kafka bergantian

"iya/ngak!" ucap keduanya barengan. Kafka mengerutkan dahi ngak suka  karena Arva mengucapkan kata 'ngak' yang kenyataannya mereka kenal walaupun ngak deket

"haduhhh. yauda deh terserah anak muda. Jhoan ganti baju lalu kita makan bareng, okay?" Arva mengangguk dan melangkah menuju kamarnya.

saat Arva sudah naik kelantai 2, Joe baru dateng.

"ma, bang Jhoan pulang?" tanya Joe yang sudah berdiri ganteng sambil menenteng belanjaannya

"iya tu, diatas" Joe ber-oh riah dan duduk dimeja makan sambil memakan es krim yang dia beli

"wihh, gue ga dibeliin?" tanya Kafka sok asik yang duduk disamping Joe. Joe mengulurkan es krim nya dan langsung dilahap sama Kafka

"gue nawarin doang padahal" Kafka menunjukan cenggiranya dengan jari yang membentuk angka 2 '✌️'

"yeee, dah selesaiiii" mama Nadella menyiapkan makanan diatas meja makan.

"JACK WOY MAKAN!" teriak mama Nadella membuat Kafka menutup. telinganya, buset ni emak-emak, batin Kafka

"ga perlu teriak, disini rumah bukan hutan" Jack datang dan mengambil duduk ditengah, ciri-ciri bapak kepala keluarga

"cih, serah gue dong" ucap mama Nadella.

"sedikit heran kenapa Kennie betah sama kamu, Nadel"

"ya iya lha betah, orang gue bohay bahenol." Kafka menggelengkan kepalanya, entahlah kedua pasangan ini seperti bukan pasangan. malah seperti musuh yang disatukan, ribut mulu.

"eh, Jhoan. sini sayang, kita makan bareng" nah lho, nada bicaranya langsung beda, tadi aja ngegas sekarang lembut banget. emang ajaib emak nya Joe

"pulang kamu, boy? kirain daddy lupa jalan pulang" Arva tidak menjawab ia memilih duduk didepan Kafka dan berdampingan dengan mama Nadella

Arva hanya menatap daddy nya tanpa berniat membalas pertanyaannya. toh, ga penting.

mereka ber lima makan dengan tenang dan tentram.

Who M.J? [boyslove] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang