10. Givin' Up

3K 432 94
                                        

Ternyata tak mudah bagi Sekar untuk menjauh. Pertemuan dengan Haidan di apartemen Geby katanya bakal jadi yang terakhir, tetapi ketika malam ini sebuah pesan masuk ke ponsel Sekar, dari Haidan, berisi permintaan tolong untuk menemaninya mencari hadiah ulang tahun Wilona, Sekar tidak mampu menolak. Lantas sekali lagi, Sekar membuat janji pada diri sendiri; this is for the last. Namun, jauh di lubuk hati, Sekar tahu di kemudian hari besar peluang ia mengingkarinya.

Sekar menunggu di halte dekat kantor, masih mengenakan setelan baju tadi pagi. Wajah perempuan itu fresh lantaran sebelum keluar kantor menyempatkan diri touch up make up serta semprot parfum sana-sini. Rambut yang biasa terurai kini diikat messy bun, membuat aura dewasanya tertindih kesan imut. Sekar ingin menunjukkan penampilan terbaik di hadapan Haidan. Ia menyadari telah jatuh hati pada kekasih dari adiknya itu, tetapi Sekar tak mampu meraba sedalam apa perasaannya. Dikira dia dangkal, padahal selama mencintai seseorang, tak pernah sebahagia ini.

Haidan datang jam tujuh dengan pakaian kelewat santai, mengenakan celana Cargo sebatas lutut dan black T-shirt. Rambutnya seperti biasa berantakan. Jika penampilan lelaki itu begini, sungguh seperti remaja kelas tiga SMA. Sekar sempat ragu untuk mendampingi Haidan dalam balutan outfit semi formal, takut dikira Tante-Tante dan berondongnya, tetapi keraguan Sekar sirna begitu saja ketika Haidan mengatakan Sekar tampak lucu dengan hair style tersebut. Di titik ini Sekar luput menyadari, bahwa sejatinya ia tak peduli pendapat orang lain, ia hanya mau tahu bagaimana Haidan melihatnya. Jika Haidan suka, maka cukup, kerisauan Sekar pudar.

"Mau nyari ke mana?" tanya Sekar begitu mobil melaju di jalan raya.

"Lo punya rekomendasi barang yang sekiranya bakal disuka Wilona gak?"

Sekar menoleh, menatap datar sisi wajah Haidan. "Lo berharap apa, sih?" Atensi perempuan itu balik ke jalanan. "Gue bahkan enggak deket sama dia."

Satu sudut bibir Haidan tertarik tipis. Sudut, yang tak terjangkau pandangan Sekar. "Gue pengin ngasih sesuatu yang beda, soalnya Wilona gak suka dikasih barang mewah. Bunga pasti udah bosen. Kalau boneka gimana?"

"Terlalu biasa."

Haidan manggut-manggut setuju. "Misal, nih-" Haidan melirik sekilas, "misal lo yang ulang tahun, lo mau minta kado apa dari pacar lo, Sekar?"

"Gue gak punya pacar."

"Kan misal."

"Gak suka berandai-andai."

Kekehan Haidan lepas di antara deru halus mesin kendaraan. Untuk sesaat, senyum menggantung di sudut bibir lelaki itu. Ia menoleh lagi, kali ini memaku tatap cukup lama pada bagian samping wajah Sekar. Haidan menghela napas samar dan kembali fokus ke depan. "Mau tau rahasia gak?"

Tanya tersebut mengambang lama di udara lantaran Sekar sungguh muak mendengarnya. Tanya basi, ia suka langsung ke inti. Di sisi lain, Haidan yang mulai memahami watak Sekar pun lagi-lagi terkekeh. Perempuan di sisinya ini benar-benar berkebalikan sifat dengan Wilona. Ketika Wilona menjelma sinar mentari di sore hari, maka Sekar ibarat gerimis di waktu pagi; terasa dingin. Beruntung Haidan suka hawa sejuk beserta bau petrikor yang dibawa hujan pagi-pagi sehingga dijutekin Sekar pun tak membuatnya lari. Alih-alih meneduh, Haidan ingin berlama-lama di bawah guyurannya, menikmati gemuruh ribuan bulir air yang menghantam permukaan bumi.

Dinginnya memang membekukan sendi, tetapi di saat bersamaan meluruhkan nelangsa dalam hati.

"Ini rahasia, jangan kasih tau Wilona." Haidan menjeda sesaat demi melihat reaksi Sekar, dan saat perempuan itu setia bersedekap dada dengan tatapan menembus kaca jendela, Haidan pun melanjutkan, "Sebenernya dulu nyokap gue minta gue dikenalin sama lo, cuma Tante Renata bilang lo punya pacar, alhasil gue ketemunya sama Wilona malam itu. Takdir tuh emang gitu, ya. Selalu punya cara pertemukan dua orang yang mean to be. Dulu gue ogah banget dikenal-kenalin begitu karena tau maksudnya mau dijodohin. Norak, udah bukan jamannya Siti Nurbaya. Gue kan masih sanggup nyari pasangan sendiri. Tapi setelah disodorin foto lo waktu jadi model skincare dadakan, gue iyain ajalah."

[✓] Love Me OnlyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang