14. Gangguan lagi

119 12 0
                                        


*****

"Udah pagi apa belum ya". Gumam Alice dengan pandangan kosong menatap lantai.

Para gadis-gadis itu tidak dapat melihat bagaimana keadaan diluar. Tidak ada jendela sama sekali di kamar ini. Bahkan cahaya saja tidak ada. Pada malam hari,hanya handphone dan senter milik cizze dan vara saja yang dapat menjadi akses cahaya.

Memang terdapat sebuah lampu pada langit-langit kamar ini,tetapi terkadang lampu itu rusak.

"Stress lamah-lamah gue disini". Ujar vara sembari memijat pelipis kepala nya.

"Kalian gak ngelihat ada makhluk halus di kamar ini?". Tanya cizze tertuju kepada gadis Oktora.

Mereka berempat menggeleng serentak.
"Disini aman". Ucap Anes.

Baru saja keempat gadis itu meyakini sahabat-sahabatnya bahwa disini aman,suasana mencekam langsung saja kembali menghampiri mereka.

"Kok perasaan gue gak enak ya?". Ujar Kiara sembari mengelus-elus dadanya.

Mendengar itu, gadis-gadis lain yang tengah bersantai di atas kasur sontak berdiri dengan mimik wajah yang ketakutan.

Zila hendak bertanya mengenai keadaan sekarang, namun pertanyaannya tidak jadi tersampaikan dikarenakan sebuah gelas kaca jatuh tepat disamping launa.

"Aww shh" desis launa begitu merasakan sakit yang membara pada kakinya.

Sontak gadis-gadis lain langsung mengarahkan atensi mereka ke arah launa.

Terlihat pergelangan kaki launa terluka. Terdapat sebuah beling yang menancap pada pergelangan kakinya. Darah segar mulai berjatuhan pada sepatu putih miliknya.

"Ya ampun!". Andira dengan cepat berlari menuju launa yang sudah jatuh terduduk di lantai.

Ia dengan cepat mengamati beling yang menancap itu. "Tahan sakitnya ya" Setelah itu Andira dengan perlahan menarik keluar beling itu dari pergelangan kaki milik launa.

"AGHH". launa tak kuasa menahan sakit.

Sempurna,beling itu berhasil keluar dari pergelangan kaki launa.

"Kiara tolong ambilin betadine". Perintah Andira.

Mendengar itu,Kiara dengan cepat berlari untuk mengambil tas miliknya yang berada di atas nakas.

BRUK!

Lampu yang berada di atas langit-langit kamar ini langsung jatuh begitu saja.

Hal itu membuat gadis-gadis berteriak histeris.

Kiara tidak jadi mengambil tasnya. Ia sangat takut untuk melangkah sedikitpun.

"Hihihihihihi"

Tawaan yang begitu melenting terdengar di seluruh Indra pendengaran gadis-gadis itu.

"Kalian dengar suara tawaan?". Tanya zila menatap seluruh sahabatnya.

Semuanya mengangguk. Artinya yang lain juga mendengarnya.

Gadis-gadis itu kembali dihampiri perasaan takut. Mereka hanya mampu terdiam sembari menutup telinganya.

Sungguh gelap. Sehingga mereka susah untuk menghindari lemparan-lemparan yang terus-menerus terjadi.

"Kita harus apa sekarang?". Tanya Charlotte seraya menangis. Dirinya sudah terlanjur trauma akan suara-suara lemparan seperti ini.

ALAM LAIN! (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang