✨CHAPTER 24

1.1K 22 0
                                        

24-Baper!

Please Vote Before Reading. Thankyou!



"Zean gue bosen" adu Qiara sambil mengerucutkan bibirnya sebal.

"Zean!!" pekik Qiara kesal kerna Zean yang tak menanggapinya sedari tadi.

Entah bagaimana lagi caranya untuk menarik perhatian Zean yang dari tadi fokus bermain game di ponselnya. Bahkan ia tak mengalihkan tatapannya sedikitpun dari ponselnya itu.

Qiara sampai cemburu dengan ponsel Zean yang lebih diperhatiin daripada dirinya. Emangnya istri Zean itu dia atau ponselnya itu sih!

Aaa... Pokoknya Qiara saat ini sangat kesal. Saking kesalnya ia ingin menghancurkan ponsel Zean sekarang ini juga.

"Udah ah!!!" setelah mengatakan itu lalu Qiara pun pergi dari kamar tempat Zean bermain game keluar menuju kekamar nya untuk membaca buku.

Ia sempat menutup pintu kamar itu dengan kencang sehingga membuat bunyi yang agak kuat. Zean saja sempat terlonjak kaget namun ia biarkan saja kerna baginya permainannya kini adalah lebih penting!

Ya, itulah yang akan ia lakukan jika sedang frustasi ataupun kesal seperti sekarang ini.

Namun bukannya tenang setelah membaca buku malah ia semakin kesal kerna Zean yang tidak mengekorinya.

Bukankah ia sedang ngambek, harusnya Zean ikut dia dan berinsiatif untuk memujuk nya namun kok malah gini.

"Ihh kesal banget sama Zean" pekik Qiara kesal.

Entah mengapa ia sekarang kelihatan seperti cewek yang kurang perhatian saja dan meminta perhatian kepada cowok yang sayangnya adalah suaminya sendiri.

Ingin saja Qiara mencakar wajah Zean yang tak memperdulikan keberadaan nya di kamar itu tadi.

Awalnya ia masuk ke kamar itu kerna bosen alias tidak tau mau ngapain. Namun malah ia dibuat kesal oleh Zean yang tak menanggapinya.

Bukannya ia mau mengganggu waktu bermain Zean namun ia hanya bosan saja. Mau mengajak Reana bermain, gadis itu bilang ia sibuk. Entah apa kesibukan yang ia miliki. Qiara juga tidak tau.

Lagian ia tidak punya teman selain Reana. Kan ia introvert. Salahnya juga sih kerna bersikap terlalu dingin dengan orang-orang disekeliling yang ingin mendekatinya.

Namun bukankah ia hanya tak ingin didekati saja. Bukannya salahnya toh mereka yang berlebihan jika ingin mendekatinya.

Bahkan dengan cara yang Qiara tidak suka. Jadi jangan salahkan dia kalo orang itu dijauhi oleh Qiara. Sejauh ini hanya Reana lah yang bisa mendekati Qiara.

Memang tak ada lagi orang yang berani mendekatinya selain daripada Reana.

"Udah ah gue nonton aja kali ya" gumamnya lalu turun kebawah untuk menonton drama apa saja.

Ia sudah tak ada mood untuk membaca lagi. Sebelum itu ia sempat melirik pintu kamar disebelahnya yang tertutup rapat dengan tatapan sinis.

ZeanAra Love Hate [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang