27-Membeli Rujak
Please Vote Before Reading. Thankyou!
•
•
•
"Zean yok ke rumah bunda" ajak Qiara tiba-tiba.
Saat ini mereka sedang bersantai di ruang tengah atau lebih tepatnya ruang keluarga sambil menonton filem vampir kesilapan Qiara.
Yah bukan ceritanya yang diliat tapi aktrisnya. Dasar cewek!
"Sekarang?" tanya Zean.
"Yaiyalah gak mungkin nanti malam kan. Cepetan dah nanti keburu malam bundanya tidur lagi" ucap Qiara lagi dan kini ia sudah berdiri dengan bersemangat.
Sambil menarik-narik tangan Zean untuk mengajak nya bersiap pergi ke rumah nya atau lebih tepatnya rumah milik papanya.
"Bentar lagi elah"
"Gak bisa gue juga nanti mau mampir beli rujak buah. Ih mikirnya aja buat gue ileran ayok ah nanti rujaknya keburu abis" desak Qiara.
"Yaudah ayok" pasrah Zean kerna ia tau jika Qiara sudah berkeinginan sudah pasti harus ia turuti kerna nanti ceritanya ngambek lagi.
"Yuuhu rujak, I'm coming" serunya kesenangan.
Zean yang melihat itu terkekeh gemas lalu tanpa Qiara sadari Zean berjalan mendekatinya dan semakin hampir lalu Qiara dapat merasakan tubuhnya melayang kerna digendong.
"Aaa gue terbang" pekiknya kaget.
"Hahaha gue gendong Qia bukan elo yang terbang" ujar Zean tertawa renyah.
Qiara kesal kerna Zean sudah membuatnya kaget sampai ia sempat teriak. Memalukan!
"Ih jahat banget sih lo!" kesalnya lalu menabok dada Zean keras sehingga ia mengaduh kesakitan.
Lumayan keras juga pukulannya untuk seukuran gadis mungil seperti Qiara ini. Bukan main-main jika ingin menaboknya.
"Ya maaf sih" ujar Zean lalu is menurunkan Qiara saat sudah sampai di dalam kamar mereka.
Ia menurunkan Qiara telat diatas kasur. Lalu Zean beralih ke walk in closet nya untuk mencari baju yang sesuai untuk pergi ke rumah papanya.
Ia memilih kaos oblong berwarna hitam dan celana jeans panjang yang warnanya senada dengan warna kaosnya tapi lebih pekat warna hitamnya.
Qiara pula memilih sweater berwarna abu-abu dan rok berbahan jeans diatas lutut beberapa senti berwarna putih.
"Udah siap?" tanya Zean.
"Bentar" balas Qiara lalu mengoleskan sedikit bedak tipis di bahagian wajahnya.
Zean yang melihat itu merasa jengkel kerna Qiara terlihat lebih cantik apabila memakai bedak itu walaupun sedikit.
Untuk apa sih itu. Ia tak suka jika miliknya diliat oleh orang lain selain dirinya. Apalagi jika sampai ada pria yang menatapnya lapar.
Ia tidak suka itu. Dan apa-apaan itu dengan rok Qiara yang menampilkan kaki jenjangnya yang berwarna putih. Sungguh Zean sangat tak suka dengan outfit Qiara ketika ini.
"Tukar" titah Zean penuh penekanan.
"Apanya yang tukar?" tanya Qiara heran.
Ia melihat penampilannya di cermin dan tak ada apa-apa yang aneh dengan outfitnya. Mengapa Zean menyuruhnya tukar?
"Cari yang lebih sopan dikit Qia, kita kan mau ngunjungin bukannya ke parti atau apalah itu" tegas Zean.
"Ih ribet ah gak usah ini aja ya" mohon Qiara.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomanceMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)