✨CHAPTER 26

1.1K 24 0
                                        

26-Rooftop

Please Vote Before Reading. Thankyou!



Saat ini Qiara dan Zean sedang makan diatas rooftop waktu istirihat. Semuanya terlihat biasa saja namun ada yang janggal tentang cara mereka duduk sekarang ini.

Ah, lebih tepatnya Qiara. Ia sedang duduk di pangkuan Zean sambil menyiapkan makanan kedalam mulut cowok itu.

Awalnya Qiara menolak keras saat disuruh menyiapkan Zean dalam posisi seperti itu. Namun pada dasarnya Zean pemaksa maka Qiara pun dengan terpaksa menuruti ucapan Zean.

"Mau lagi?" tanya Qiara.

Ia mengelap sisa nasi yang tertinggal di sisi bibir Zean. Zean tertegun saat tangan Qiara mengelap bibirnya. Serasa ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya.

"Emm iya" jawab Zean gugup.

"Tapi kan gue belum kenyang kalo kongsi makanan kek gini" ujar Qiara cemberut.

Ia berhenti menyuapkan nasi untuk Zean sehingga Zean menatapnya.

"Iya nanti sebelum pulang kita mampir aja dimana-mana warung kek. Gak usah khawatir gitu dong. Kayak gak tau aja suami lo ini sultan" ujar Zean bangga.

Ada rasa senang tersendiri saat ia mengatakan itu kepada Qiara.

"Dih gitu aja bangga" cibir Qiara.

Ia ingin mengambil botol air yang ada disamping Zean namun itu malah membuat posisi mereka semakin dekat.

"Qia" lirih Zean.

Qiara yang merasa namanya dipanggil langsung saja menoleh kearah Zean. Dan tanpa disengaja tatapan mereka beradu selama beberapa detik namun sekali lagi diputuskan oleh Qiara.

"Nih minum" ujar Qiara lalu menyodorkan botol air itu kepada Zean dan diterima baik olehnya.

"Makasih"

Lalu secara tiba-tiba Zean mengelus perut nya yang mula kelihatan benjolan kecil.

"Anaknya papa lagi ngapain hm?" tanya Zean lembut kearah perutnya seakan mengajak bayi yang didalam perut Qiara itu berbicara.

Qiara tak bisa menahan senyumnya apabila melihat interaksi antara Zean dan calon bayi mereka. Syukurlah jika Zean menyayangi anak mereka bahkan sebelum lahir lagi.

"Kok anaknya lahir lambet banget. Gue udah gak saber banget buat ketemu sama dia" ucap Zean yang membuat Qiara terkekeh gemas.

"Ya kan emang gitu. Lagian sih kita aja gak tau usia kandungan gue udah berapa minggu" gemas Qiara.

"Oh iya lepas sekolah ke rumah sakit ya"

"Oke"

"Gue maunya lama-lama lagi sama lo tapi bentar lagi belnya udah mau bunyi. Gimana dong?" tanya Zean frustasi.

"Siapa suruh lo gak masuk kekelas gue" ledek Qiara.

Ia ingin turun dari pangkuan Zean dan membersihkan bekal yang ia bawa tadi. Namun Zean menahan nya.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang