✨CHAPTER 21

1.3K 26 0
                                        

21-Apotik



Lima hari setelahnya...

Kini hanya tersisa Zean dan Qiara di apartmen mereka. Yaiyalah apartmen mereka kan Zean sudah menjadi suaminya Qiara automatis ini bakalan menjadi apartmen mereka.

Vero sudah kembali ke kuliahnya jadi hanya mereka berdua lah yang tinggal. Mereka sedang berada di kasur mereka sekarang ini.

Dengan Qiara yang bersandar di kepala ranjang dan Zean yang berbaring di paha Qiara dan menghadap kearah perut Qiara.

Qiara awalnya kaget saat Zean tiba-tiba membaringkan kepalanya di pahanya namun lama-lama ia terbiasa dan membiarkan saja Zean.

Toh tak ada salahnya. Zean kan suaminya jadi bebas aja kalo mau melakukan apapun.

Qiara tersentak kaget saat Zean tiba-tiba mengelus lembut perut ratanya. Ia menoleh kebawah dimana kepala Zean berada.

Dan disaat bersamaan Zean juga menatapnya. Mereka saling bersitatap selama beberap detik namun Qiara memutuskannya.

"Gimana kalo ada baby gue disini?" tanya Zean sambil tersenyum manis.

"Baby lo?" gumam Qiara.

"Iya"

"Gak"

Zean mengernyit heran mendengar itu. Apalah Qiara tidak mau hamil anaknya? Tapi kan mereka sudah nikah.

Yah walaupun dengan alasan yang kurang menyenangkan namun tetap saja hal itu bukanlah hal aneh jika Qiara hamil apalagi anaknya.

"Emang kenapa, lo gak suka?" tanya Zean dengan nada datar.

Entahlah Zean hanya sensitif jika berbicara tentang hal anak dengan Qiara.

"Bukan tapi nanti gimana sama sekolah gue. Gue mau kuliah" cicit Qiara menundukkan kepalanya.

Ia tak berani melihat wajah Zean sekarang ini. Ia takut jika Zean merah padanya. Mungkin ia terlihat seperti tak menginginkan bayi ini namun ia bukanlah jahat sehingga akan menggugurkan bayi ini.

Namun itu kan belum ada kepastian. Bisa saja ia hanya pingsan kerna kelelahan bukan kerna hamil. Ya ia masih saja tidak mau meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia hamil.

Lalu Zean menarik dagu Qiara lembut agar menatapnya. Qiara tertegun melihat tatapan lembut Zean yang diberikan kepadanya.

Ia terbuai dengan tatapan yang sangat lembut yang diberikan oleh Zean. Bisa-bisa nya dia terbuai hanya kerna tatapan itu ya. Jika tatapan saja ia sudah terbuai apalagi jika diperlakukan lembut.

"Maaf kalo kehamilan membuat lo terbeban tapi gue emang gak tau mau ngapain lagi. Kita emang udah gak bisa ulangin waktu lagi. Jika bisa gue adalah orang pertama yang akan melakukannya tapi jelas hal itu adalah mustahil. Jadi yang gue bisa lakukan adalah menjaga lo. Gue tau bahkan tau banget kalo lo itu punya cita-cita yang tinggi kan. Dan dengan adanya bayi itu pasti bakalan susah kan buat capai cita-cita lo itu. Gue sekali lagi minta maaf" ucap Zean tulus.

Seketika Qiara terdiam. Zean yang melihat keterdiaman Qiara menjadi cemas tiba-tiba. Apakah Qiara marah?

"Iya gue tau. Gue juga tau kalo waktu gak bisa diulangin lagi. Dan gue mau minta maaf kerna udah buat lo ngerasa bersalah. Gue emang udah tau kalo bukan sepenuhnya salah lo atas apa yang terjadi hari itu. Jadi apa yang harus kita lakuin sekarang adalah menerima. Menerima semuanya dengan hati yang terbuka" balas Qiara yang membuat Zean menjadi lega.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang