46-Eight Months
Please Vote Before Reading. Thankyou!
•
•
•
Tiga bulan kemudian...
Kini usia kandungan Qiara sudah mencapai delapan bulan. Bentuk perutnya juga sudah sebesar seperti usia kandungan delapan bulanan pada umumnya.
Ia tak bisa lagi beraktivitas seperti biasa sebelum ia hamil besar kerna ia sering kecapekan dan anggota tubuhnya juga kadang suka sakit.
Selain itu Zean dan keluarganya juga sering sekali menasihatinya agar tak melakukan pekerjaan berat yang akan membuatkan bumil itu menjadi kelelahan.
Zean juga menggaji seorang art paruh baya untuk melakukan kerja-kerja rumah yang tak bisa dilakukan oleh Qiara. Hampir semuanya sih.
Qiara yang diperlakukan seperti itu merasa seeing bosan kerna ia tak bisa melakukan apa-apa pun yang ia inginkan. Ia merasa seperti dikekang.
Namun disebalik itu semua ia tau jika mereka semua hanya merasa khawatir saja pada dirinya dan tak ingin terjadi apa-apa yang buruk kepadanya
Ia juga merasakan senang apabila memikirkan hal itu. Sesungguhnya ia sangat tak sabar untuk menunggu calon anak mereka yang diketahui kelaminnya adalah berjenis laki-laki.
Ia sungguh senang saat mengetahui itu. Akhirnya apa yang ia harapkan berlaku. Anak pertamanya adalah cowok.
Bukan ia tak suka jika anaknya cewek namun akan lebih baik jika anak pertamanya adalah cowok kerna ia akan lebih mudah menjaga adiknya nanti.
Terlalu fokus melamun ia tak sedar jika Zean sudah duduk disampingnya. Saat ini ia tengah duduk di samping kolam renang yang ada di belakang halaman rumah mereka.
Ia menceburkan kakinya di dalam air kolam. Hanya sebatas kaki saja. Zean yang melihat itu pun ikut melakukan seperti apa yang Qiara lakukan yaitu menceburkan kaki kedalam kolam itu.
"Sayang" panggil Zean sambil memeluk Qiara dari samping.
Qiara tersentak kaget saat merasakan ada sebuah tangan yang memeluknya. Bisa ia pastikan siapa yang memeluknya. Siapa lagi kalo bukan suaminya, Zean.
Memangnya ada siapa lagi yang mau memperlakukannya seperti itu. Ia menoleh kesamping dimana Zean juga tengah menatapnya.
Jadilah mereka saling bertatapan dengan kurun waktu yang bisa dibilang lama tanpa ada yang memutuskan sebelum satu suara yang mengganggu indera pendengaran mereka.
"Assalammualaikum yuuhu Ra, Zean kalian dimana? Kita udah datang ini" Teriak seorang gadis dimana disamping nya ada seorang cowok yang menjadi pacarnya eh bukan tunangannya.
"Disini!" Teriak Zean kembali menjawab.
Lalu mereka berdua pun menuju ke mana sumber suara itu. Qiara dan Zean sebenarnya sudah tau siapa yang datang kerna mereka sudah diberitau oleh mereka.
"Aaa Ara gue kangen banget lho sama lo. Kira-kira udah dua minggu kan?" Ucap Reana setelah acara melepaskan rindu telah usai.
"Iya nih setelah kalian nikah kan. Ciee yang baru pulang dari honeymoon. Gimana nih udah isi belum?" Goda Qiara membuat wajah Reana memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomantikMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)