✨CHAPTER 17

1.2K 26 0
                                        

17-Be What You Want



"Iya udah makan kok. Kalo kamu?" tanya Vero yang tengah menelfon pacarnya, Reana.

Sepanjang mereka bertelfon, senyuman manis yang terpatri di bibir Vero tak pernah luntur. Bahkan ia kadang tertawa jika ada yang lucu atau terdengar nada cemberut dari Reana.

"Aku udah makan juga sama sepupu aku. Mereka tadi nyampirin kerna ortu aku lagi gak ada dirumah" balas Reana.

"Emm, Na aku udahan dulu ya telfonnya. Ara udah panggil buat makan" ucap Vero.

Lalu mereka pun memutuskan panggilan. Kini Qiara yang memanggil Vero di kamar tamu alias kamar tempat Zean bermain game kerna memang ia menyediakan kasur jika ia ingin beristirihat.

Memang mereka sudah sampai di apartmen dari sehari yang lalu saat Qiara sudah diperbolehkan pulang asal mempunyai istirihat yang cukup.

"Habis nelfon siapa?" tanya Qiara saat telah duduk disamping Vero.

"Emm, teman" jawab Vero gugup kerna takut ketauan.

Memang mereka masih merahsiakan hal ini daripada Qiara sebelum Reana bersedia untuk memberitau semua.

"Beneran?" tanya Qiara tak percaya.

"Iya, yaudah yok makan" ajak Vero menggandeng tangan Qiara.

Qiara yang mengetahui Vero ingin mengelak hanya pasrah saja. Ia tau tak semua hal yang berkaitan Vero harus ia ketahui.

"Lambet banget turunnya?" tanya Zean heran.

"Hm, ada yang nelfon tadi" jawab Vero.

Ia mendudukkan dirinya di hadapan Qiara manakala Zean di kursi yang tengah.

Zean hanya mengedikkan bahunya saja lalu mereka menghabiskan makanan yang dimasak oleh Zean dan dibantu oleh Qiara.

Sebenarnya Zean sudah melarang Qiara agar duduk diam saja tak usah membantu namun memang dasarnya Qiara yang keras kepala yang membuat Zean mau tak mau harus membenarkannya.

"Hmm, enak ya Zean. Lo belajar sama bunda lo ya?" tanya Vero.

"Iya, soalnya bunda gak bakalan biarin gue tinggal sendiri kalo gak bisa masak" jawab Zean.

"Oh".

Setelah beberapa minit akhirnya mereka sudah menghabiskan makanan mereka. Qiara ingin membawa piring milik Vero namun Vero tak membenarkannya.

"Gak usah Ra, biar abang aja. Piring kamu juga sini abang yang cuci" ujar Vero.

"Jangan abang kan tamu, biar Ara aja ya" mohon Qiara.

"Ra, udah jangan biar aku aja. Sini dua-dua nya biar aku yang cuci" lerai Zean.

Qiara yang mendengar itu pun hanya pasrah lalu berlalu dari sana menuju ruang tengah.

"Lo temenin aja Qia sana. Biar gue yang bersihin" titah Zean.

"Emang gakpapa lo bersihin sendiri?" tanya Vero.

"Gak, sana gih" suruh Zean lagi.

Lalu Vero pun berlalu dan pergi menemani Qiara yang sedang duduk di sofa dengan nyaman.

Ia melihat Qiara yang sedang menonton drama Korea. Vero menjadi heran, sejak kapan Qiara suka menonton drama Korea, bukannya ia suka menonton perlawanan badminton.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang