✨CHAPTER 18

1.2K 26 0
                                        

18-Mood Jelek Qiara



"Hari ini gue gak ada latihan jadi lo gak usah nunggu ya biarin gue aja yang dateng ke kelas lo waktu pulang" ucap Zean saat mereka sedang berada di parkiran sekolah.

Qiara hanya menganggukkan kepalanya saja.

"Oh ya nanti istirihat kek biasa ke rooftop" pesan Zean lalu menggenggam tangan Qiara erat.

Ia menggandeng tangan Qiara sehingga mereka sampai ke kelas Qiara. Semua pasang mata yang menyaksikan itu melotot kaget dan ada juga yang baper kerna ulah Zean barusan.

Padahal yang melakukannya adalah Zean dan Qiara yang diperlakukan seperti itu namun mengapa mereka yang baper. Ia kan jadi heran.

"Lo jangan bolos awas aja kalo bolos-" ucapan Qiara terpotong kala Zean membisikkan sesuatu ditelinganya.

"Emang kenapa kalo bolos?" tanya Zean menaik turunkan alisnya sehingga Qiara yang melihatnya menjadi jengah.

"Lo tidur di luar kamar sendiri" ucap Qiara lirih namun ia tekankan sehingga hanya Zean yang bisa mendengar.

Zean mendadak takut setelah mendengar ancaman Qiara itu. Ia tau jika Qiara sudah mengancam maka ia benar akan lakukan ia tak akan berbicara untuk menakutkan saja. Ia tau benar sikap Qiara yang satu itu.

"Jangan dong Qia nanti gue mau tidur dimana lagian gak ada yang bisa gue peluk masa bobo. Masa mau pelukan sama guling sih" pujuk Zean agar Qiara tak benar-benar melakukan itu.

"Yaudah kalo gak mau gak usah bolos" balas Qiara santai.

Zean yang mendengar ucapan Qiara yang sangat santai itu ingin sekali menaboknya namun apalah daya ia tak berani.

Hanya Qiara sajalah yang mampu mengancamnya dengan hal seperti itu, dia mana bisa dan Qiara tak boleh diancam dengan mudah.

"Iya iya gue enggak bolos kok tenang aja" ucap Zean pasrah.

Memangnya ia punya pilihan apa selain menuruti ucapan Qiara tak ada bukan. Lagian tak ada salahnya jika ia menuruti apa yang Qiara bilang toh itu untuk kebaikannya juga walaupun ia tak yakin jika ia tidak akan tertidur di kelas yang membosankan itu.

"Yaudah gue pergi dulu ya" lalu setelah mengatakan itu Zean pergi dari kelas Qiara saat sudah didepan kelasnya.

"Hai Ra" sapa Malven dengan senyum manisnya saat Qiara sudah duduk di kursinya.

Qiara membalas sapaan itu dengan anggukan kepalanya. Malven yang memang sudah biasa dengan sikap dingin Qiara pun memakluminya.

"Ana belum sampai?" gumam Qiara heran.

Walaupun ia tau jika Reana memang tidak biasa datang kesekolah awal namun tetap saja ia masih mencari Reana.

Malven yang mendengar gumaman Qiara menjawabnya.

"Iya belum sampai dia" Qiara yang mendengar itu menolehkan kepalanya kearah Malven.

"Oh" balas Qiara datar dan Malven hanya tersenyum tipis.

Ia tau jika sikap Qiara memang dingin jika bukan dengan orang terdekatnya. Namun yang membuat ia kesal adalah mengapa jika dengan cowok yang ia ketahui namanya Zean, Qiara seperti terbuka dengannya.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang