Mereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan.
Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
8-Pindah apartmen
Setelah Qiara dan Zean selesai membersihkan diri, mereka pun turun kebawah untuk sarapan dengan Zean yang senyum-senyum gak jelas dan wajah Qiara yang teramat datar.
Qiara kalo gak datar mukanya bukan dia tuh. Justru kalo dia senyum, itu yang bikin aneh.
"Wah, anak-anak bunda udah turun. Yaudah sini-sini duduk, bunda udah siapin makanan buat kalian" ajak Sari dengan senyuman lembutnya.
Di meja makan tersebut hanya ada Sari, Bara dan Vero manakala orang tuanya Qiara sudah berangkat pergi kerja duluan.
Ya, mereka itu orang yang workaholic. Itulah yang menyebabkan Qiara dan Vero kurang mendapatkan perhatian dari orang tua mereka.
Karna itu jugalah Vero sebagai abangnya amat menyayangi Qiara kerna ia tak mau Qiara merasa menjadi anak broken home.
"Kok, lambet banget turunnya. Kalian semalam tidurnya lambet ya karna itu juga kalian bangunnya lewat?" tanya Vero dengan menatap Zean tajam.
Ia mana berani menatap Qiara dengan tajam. Kan ia sayang banget sama adeknya.
"Gak ngapa-ngapain juga kali. Si Qia aja tidurnya awal banget lagi kemaren" bela Zean.
"Beneran nih. Kok gue gak percaya ya?" soal Vero lagi dengan tatapan mengintimidasinya.
"Iya bener, suer deh" jawab Zean dengan tatapan meyakinkan.
"Udah, yok kita makan. Nanti itu nasi gorengnya kalo udah sejuk gak enak lagi" lerai Sari ketika melihat Vero akan membuka mulutnya.
"Gimana sayang, enak gak nasi goreng yang bunda bikin?" tanya Sari kepada Qiara.
"Yaiya lah enak, bunda kan kalo masak pake kasih sayang" jawab Qiara.
"Makasi sayang udah muji masakan bunda. Nanti bunda masakin makanan enak yang lain lagi untuk Ara" ujar Sari senang.
Vero yang melihat itu tersenyum senang, akhirnya ia bisa melihat adiknya bahagia lagi mendapat kasih sayang seorang ibu. Walaupun bukan dari Fiona, mama kandungnya.
Ia harap Sari dapat melayani Qiara dengan baik lagi setelah ini kerna ia tak mau Qiara terus-terusan memikirkan perilaku Fiona yang workaholic itu.
"Iih, Qia aja nih yang disayang. Zean engga nih?" tanya Zean dengan wajah cemberutnya.
"Gak usah buat muka jelek itu, kerna muka lo udah jelek" cerca Qiara.
"Nggak ya, muka gue itu ganteng. Bahkan tadi lo aja sempet terpesona sama wajah ganteng gue. Ngaku aja lah Qia, gak usah malu lagi" ujar Zean dengan pedenya.
"Enggak ya, itu tadi kerna ada nyamuk di muka lo" ujar Qiara tak terima.
"Bohong banget lo. Tadi aja muka lo merah-merah" balas Zean.