19-Uks
•
•
•
"Na, nanti lo baliknya bareng sama gue ya. Lo bilang kan mau main kerumah kemaren" pinta Qiara ke Reana.
"Iya boleh" ujar Reana setuju.
"Semua siswa dan siswi kelas IPA 1 berkumpul sekarang di sini. Kita akan melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai permainan basket" ujar Pak Rehan, guru olahraga kelas IPA 1 memberi arahan.
Setelah selesai melakukan pemanasan Pak Rehan membagikan mereka kepada beberapa kumpulan untuk dijadikan sebagai lawan.
Mereka memang tidak bertanding hanya berlatih saja. Qiara akan menjadi kumpulan kedua yang berlatih.
Ia memang merasakan kepalanya yang pusing sejak masuk kelas tadi namun ia diam saja tak mau merepotkan sesiapa jika ada yang tau terlebih sahabatnya.
Bahkan kini mukanya memang sudah pucat. Ia duduk dengan teman-teman sekelasnya yang lain sementara menunggu giliran mereka bermain.
Ia sangat bosan kerna Reana kumpulan pertama jadi ia harus bermain dulu dan Qiara sendiri saja. Ia memang tak ada masalah untuk berbicara dengan teman-teman sekelasnya namun ia sungkan saja.
Malven yang memang sekumpulan dengan Qiara berjalan mendekatinya lalu duduk disamping gadis itu. Ia baru saja dari kantin untuk membeli air untuk Qiara kerna melihat wajah Qiara yang sangat pucat.
Ia memang menyadari itu kerna ia kan selalu menatap kearah Qiara.
"Buat lo" Malven menyerahkan sebuah botol yang ia beli di kantin tadi kepada Qiara.
"Makasih"
"Lo gakpapa?" tanya Malven yang melihat wajah Qiara semakin pucat saja.
"Gak" singkat Qiara.
Entahlah ia sedang tak ada mood untuk berbicara saja. Namun Malven tak mempermasalahkan hal itu. Ia juga sudah maklum dengan sikap Qiara.
"Kalo lo gak mau ikutan gue bisa bilang ke pak Rehan. Lo bisa istirihat Di uks juga" lanjutnya lagi.
"Gakpapa kok bentar lagi kan giliran kita. Nanti aja istirihatnya lagian gue juga gakpapa" kilah Qiara.
Malven pun hanya mampu berdiam aja meliat sikap Qiara yang keras kepala yang mampu membuatnya kalah telak.
Setelah itu giliran mereka pun sampai. Malven memang tak fokus dengan permainan kerna ia menatap kearah Qiara sedari tadi takut jika gadis itu kenapa-napa.
Namun malah ia yang dimarahi oleh Pak Rehan kerna tak fokus pada permainan. Setelah ditegur ia pun kembali memulakan permainan.
Dapat ia lihat kini Qiara sedang berebutan bola dengan lawan sekelasnya yang menjadi lawan mereka ketika ini.
Namun oleh kerna keadaan Qiara yang ia rasakan lemah tadi akhirnya bola itu dapat diambil oleh cewek lawannya.
Bruk
Bukan bola yang dimasukkan ke dalam ring yang berbunyi namun itu adalah bunyi Qiara terjatuh. Sebaik sahaja bola itu diambil Qiara tak dapat lagi menahan berat tubuhnya dan akhirnya ia pun terjatuh alias pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomanceMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)