Mereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan.
Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
7-Sesi CurhatPasutri
"Kita sekamar?" tanya Qiara kaget saat melihat Zean juga masuk kedalam kamarnya.
"Yaiya lah. Kita kan udah nikah, jadi gakpapa kalo tidur sekamar" jawab Zean.
"Ih, gak ya. Gue gak mau sekamar sama lo. Ini kamar gue bukan lo" ucap Qiara sarkas.
"Tapi kita kan udah nikah jadi kamar lo kamar gue juga".
"Ih, gak bisa gitu".
"Bisa Qia".
"Enggak".
"Bisa".
"Gak".
"Bisa".
"GAAKKK" teriak Qiara sampai terdengar oleh keluarga mereka.
"Eh, ini ada apa teriak-teriak?" tanya Fiona khawatir.
"Lo ngapain adek gue hah sampe dia teriak gitu?" soal Vero marah.
"Enggak gue apa-apaan. Dianya aja yang gak jelas" jawab Zean jujur.
Kan memang benar ia tak ada buat aneh-aneh ke Qiara tapi dianya aja yang bikin salah faham.
"Kalo nggak ngapa-ngapain itu Ara kenapa teriak?" tanya Vero dengan menatap Zean tajam.
"Gak tau , tanya aja sendiri" ujar Zean kesal kerna dari tadi ia terus disudutkan oleh Vero.
"Ara gak papa?" tanya Vero lembut.
"Iya, tapi Ara gak mau sekamar sama Zean" adunya.
"Tapi kan kalian udah nikah harus sekamar, oke" Vero mencuba memberi pengertian kepada Qiara.
"Iih, tapi nanti dia macem-macem lagi sama Ara" bisiknya pada Vero kerna ia malu untuk mengatakan langsung kepada mereka.
"Enggak, nanti abang bilangin ke dia" bisik Vero lagi.
"Hm, iya deh. Lo bisa sekamar ama gue" ujar Qiara bersetuju.
"Udah selesaikan masalahnya. Sekarang yok turun, bunda udah masakin makanan kesukaan Ara" ajak Sari lembut.
Ia memang tau soal makanan kesukaan Qiara kerna hubungannya dengan Qiara bisa dibilang lebih rapat berbanding mamanya sendiri yang membuatkannya lebih mengetahui hal yang bersangkut dengan Qiara seperti makanan kesukaannya.
"Ck, makanan Qia aja nih yang dimasakin" gumam Zean dengan nada mengambek.
"Dih, gak usah gitu lo. Bikin jijiq gue aja. Makan aja apa yang udah dimasakin sama bunda" cerocos Qiara.
"Iya deh iya " ujar Zean menyerah kerna ia mendapatkan tatapan tajam dari Vero.
Lagipula ia sedar bahwa ia sebagai suami memang seharusnya menyerah pada istrinya dalam hal apapun itu.