✨CHAPTER 4

2.5K 57 0
                                        

4-Mahkota yang hilang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

4-Mahkota yang hilang

Dara yang mendengar hanya tersenyum miring.

"Kamu kepanasan ya, hahaha" ucap Dara tertawa miring.

Zean mengernyitkan alisnya heran, mengapa tingkah Dara seperti itu. Apa Dara tak mengkhawatirkan nya? Selalunya kalo Zean sakit ia akan menjadi sangat khawatir, tapi ini?

"Dar, kamu kenapa sih?" tanya Zean heran.

"Aku, kenapa sama aku? Perasaan gak apa-apa deh. Kenapa? Heran sama gue?" tanya Dara menatapnya remeh.

"Gue sih emang gini. Lo pasti kepanasan yah. Ututu, kasian. Pasti ada yang mau lo lakuin kan sama gue. Yuk, gue sih oke-oke aja. Emang ini kan maunya gue. Menjebak lo supaya nikahin gue" sambungnya lagi.

"Dara, aku gak ngerti. Kenapa kamu ngomong gini? Apa yang kamu campurin didalam minuman aku?" tanya Zean yang masih bingung dengan keadaan ini.

"Hah, lemot banget otak lo. Lo b*go apa? Gak bisa dengerin apa yang gue bilang tadi? Gue menjebak lo. Gue mau lo nikah sama gue. Jadi gue ngejebak lo agar tidur sama gue dan gue bakalan hamil deh" ujarnya senang.

"Jadi, selama ini perasaan lo ke gue itu palsu? Lo cuman mau ngejebak gue?" ujar Zean lirih.

"Emang iya. Kenapa? Merasa diri lo b*go karna gak pernah dengarin omongan Qiara. Hahaha, emang sih" ujar Dara lagi.

"Jadi benar apa yang dibilangin sama Qiara? Lo itu j*lang?!" ujar Zean menatap Dara marah. Ia kesal saat mengingat omongan Qiara yang is tak pernah percaya. Ia merasa dirinya b*doh kerna dipergunakan oleh Dara.

"Iya, gue emang j*lang. J*lang nya Zean, hahaha" ujar Dara.

Lalu ia membawa Zean ke satu kamar yang ada di hotel tersebut. Sesampainya disana, ia mencuba membuka baju Zean namun Zean memberontontak lalu menolak Dara hingga terjatuh.

Zean yang melihat itu tak menyia-nyiakan kesempatan. Lalu ia berlalu dari sana tergesa-gesa dan menuju ke mobilnya. Ia sudah merasa sangat panas saat didalam.

"AAKHH?!" teriaknya kesal saat sudah didalam mobilnya.

'Gue harus gimana?' soalnya didalam batin.

Iapun mengingat kalo bunda sama papanya ada dirumah Qiara. Lalu iapun melajukan mobilnya ke rumah Qiara.

"Assalammulaikum, bun, pah" ujar Zean sesampainya ia dirumah.

Namun tak ada sahutan. Lalu, ia dengan tak sabaran menggedor-gedor pintu rumah Qiara seperti orang gila. Ia sudah tak mampu berfikiran waras saat rasa panas mendominasi tubuhnya saat ini.

Setelah beberapa minit, akhirnya ada yang membuka pintu. Namun bukan bundanya atau papanya. Ia adalah Qiara. Qiara yang masih terjaga di malam yang lewat ini mendengar gedoran pintu.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang