✨CHAPTER 20

1.5K 28 0
                                        

20-With Reana



Kini Qiara dan Reana sedang berada di ruang tengah sedangkan Zean dan Vero hanya memerhatikan interaksi antara Reana dan Qiara dari arah meja makan.

Disaat bersamaan mereka juga berbincang mengenai Qiara. Ya Zean sudah memberitau Vero tentang hal yang terjadi di uks tadi dan hasil yang Amel bilang.

Awalnya Vero memang terlihat gusar dan khawatir dengan kondisi Qiara. Namun ketika mengingat yang ia harus memberikan Qiara sokongan ia haruslah kuat kan.

Vero menatap sendu kearah Qiara yang sedang sibuk bercanda tawa dengan Reana, kekasihnya. Kadang ia juga senyum-senyum gak jelas kerna salting melihat Reana.

Sampaikan Zean yang melihat tingkah aneh Vero yang seperti itu mengernyit jijik.

"Napa lo senyum-senyum kek gitu. Jijik kalo diliat lama-lama" hina Zean.

Vero yang mendengar Zean menghinanya mendelik kesal. Tajam banget dah ucapannya itu. Kalo gak tajam gak usah ngomong kali.

"Sirik aja lo kan"

"Eh enggak ya. Lo itu kalo mau pergi sono aja. Kok merhatiin dari sini aja" ejek Zean dengan wajah songongnya yang membuat Vero bertambah kesal.

Memang itu lah niat Zean. Membuat Vero kesal kerna ulahnya.

"Diem lo atau enggak gue tabok lo" ancam Vero yang membuat Zean Yang ingin membuka mulutnya terdiam kembali.

Bukannya apa kalo Vero itu mengancam tidak main-main sama seperti Qiara. Itulah yang membuatnya seketika kicep kalo dibilang gitu sama dua orang itu.

Sedangkan di tempat Qiara dan Reana.

"Emm gue mau nanya tapi lo jangan marah ya" ucap Reana meminta izin.

"Hm" balas Qiara yang bermaksud ia mengizinkan.

"Itu l-lo udah kedatangan bulan ini?" tanya Reana ambigu yang membuat Qiara tidak mengerti.

"Kedatangan apa?" tanyanya balik.

"Maksud gue toh mens lo udah?" tanya Reana dan menjelaskan dengan benar.

Seketika Qiara bungkam. Bener juga ia belum kedatangan tamu bulanan yang satu itu. Namun ia positif thinking aja lah.

"Belum kenapa?" tanya Qiara dingin.

Reana yang merasakan atmosfer manjadi mencengkam pun mencuba untuk menghangatkan kembali suasana.

Sungguh ia sangat tak suka keadaan seperti ini. Sudahlah Qiara itu orangnya dingin. Ngeri cok!

"Enggak sih cuman ya kan kalian itu udah pernah gituan jadi gak nutup kemungkinan kan kalo lo bakalan hamil" ujar Reana lirih agar Vero dan Zean tak mendengar.

Qiara mematung mendengar itu. Jantungnya menjadi berdetak lebih kencang tak seperti biasanya. Itu sih ciri-ciri kalo ia lagi takut atau cemas.

Jika ditanya ia cemas ataupun tidak maka jawapannya adalah iya. Siapa yang enggak cemas jika harus hamil di usia yang terbilang masih sangat muda walaupun ia sudah nikah namun tetap saja.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang