35-Permintaan Maaf William
Please Vote Before Reading. Thankyou!
•
•
•
"Bisa bicara bentar?" tanya William meminta izin pada Qiara yang saat ini sedang mendengarkan lagi dari earphone nya sambil mengedarkan pandangan ke arah lapangan basket.
Ia lagi-lagi meminta Zean berangkat awal ke sekolah beralasan kerna ia mau ke perpustakaan padahal mah mau ngelak kerna gak mau ada situasi canggung dengan Zean setelah Zean menyatakan cintanya secara mendadak kemaren malam.
Yah, hanya kerna hal itu. Alasan yang sangat simple bukan namun itu sangatlah berpengaruh pada Qiara. Ia juga ingin menenangkan pikirannya dengan melihat lapangan dimana terlihat ada anak-anak basket yang sedang bermain basket hanya kerna ingin saja.
Tidak termasuk Zean kerna ia entah hilang kemana. Mungkin ia juga memerlukan refreshing setelah kejadian kemaren itu. Ya, memang mereka berdua perlu.
Dan kini beralih lagi kepada dua orang berbeda gender yang saat ini saling berhadapan. Qiara membuka earphone nya yang sedari tadi menyumbat telinganya.
"Lo bilang apa?" tanya Qiara kerna ia memang tak mendengarkan apa yang dibicarakan oleh pria dihadapannya ini kerna selain mendengar lagu ia juga fokus memerhati anak basket yang sedang bermain itu.
"Gue mau bicara smaa lo bentar, berdua" ucapnya cepat.
"Emang disini gak bisa?" tanya Qiara malas.
Ya ia memang malas untuk pergi kemana-mana saat ini. Dan jujur sjaa ya ia sangat dan amat sangat malas dan muak untuk berjumpa lagi dengan makhluk hidup yang bernama William.
"Iya kerna ini penting banget, tapi kalo lo gak mau yaudah gak papa gue gak maksa juga"
Setelah itu iara terdiam memikirkan sesuatu.
"Yaudah deh gue mau tapi di kantin aja" ucap Qiara setuju.
Setelah itu mereka pun pergi ke kantin. Bukannya apa Qiara tidak mau berduaan dengan William di tempat yang sunyi kerna takut kejadian itu terulang lagi.
Ya, ia masih belum bisa percaya pada William sepenuhnya kerna bisa saja kan ia membuat rencana baru lagi. Siapa tau pikiran manusia kan?
"Ngomong cepetan gue gak punya banyak waktu" ketus Qiara.
Namun sebelum itu ia memesan nasi goreng dengan dua porsi. William sempat terkejut saat mendengar qiara memesan makanan sehingga dua porsi.
Namun ia berpikir bahwa Qiara mungkin sedang kelaparan saja.
"Oke sebelumnya gue mau lo dengerin terlebih dahulu semua yang bakalan gue ngomong tanpa lo potong, bisa?" tanya William.
Qiara hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
"Thanks, so gue cuman mau lurusin kejadian yang terjadi tiga bulan yang lalu itu. Mungkin aja lo masih bingung kan kenapa gue bawa lo ke apartmen gue. Tapi gue rada yakin sih kerna lo pinter jadi lo pasti bisa mikirin apa yang bakalan gue mau lakuin kan. Yah dan sebenarnya apapun yang ada dipikiran lo mungkin bener. Gue emang punya rencana yang gak baik ke elo dan mau bikin lo jadi milik gue sepenuhnya. Gue tau gue emang bego tapi pliss gue cuman mau minta maaf ke elo doang. Gue gak tau apa yang ada dipikiran gue saat itu sampe bisa-bisa nya gue kepikiran buat ngelakuin itu ke lo. Dan ya untung gue gak sempat ngelakuin ke lo. Kalo enggak gue pasti bakalan nyesel banget" ucap William panjang dan lebar.
Namun reaksi Qiara saat ini sangat tidak bisa ditebak. Ia menampilkan tatapan yang datar dan dinginnya.
"Gue udah tau" ucap Qiara dingin.
Ia berniat ingin pergi namun tangannya dicekal oleh William.
"Iya tapi lo pasti gak tau satu fakta ini kan" ucap William berusaha untuk menahan Qiara pergi.
Namun Qiara abai dan tetap ingin pergi menyentak tangannya agar dilepaskan oleh William.
"Rencana ini disusun oleh Dara, pacarnya Zean atau mantannya mungkin" ucap William yang membuat Qiara menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah William dan mendekatinya.
"Maksud lo apa?" tanya Qiara dengan tatapan tajamnya.
"Dia yang nyuruh gue buat ngelakuin itu ke lo. Dan gue juga tau rencana jahatnya yang pengen miliki Zean" jelas William jujur.
Yah, memang benar mereka berdua emm lebih tepatnya Dara yang memikirkan rencana-rencana jahat itu dan dalang yang membantu William agar rencananya berjalan lancar.
Namun kerna kehadiran orang tuanya itu membuatkan rencananya harus gagal total. Itu juga lah yang membuatkan Dara menjadi kesal dan menjadikan rencananya yang ingin memiliki Zean sepenuhnya dicepatkan.
Yah, segila itu Dara untuk mencapai ambisinya. Memang orang yang bodoh saja akan mempercayai ucapan yang dilontarkan oleh Dara, Zean dan William misalnya.
Qiara mencoba untuk menahan emosi yang sedang bergejolak di dalam hatinya. Cewek itu lagi-lagi. Mengapa Dara suka sekali mengganggu dirinya.
Padahal setaunya ia tak pernah mengganggu cewek itu. Ah, apa mungkin kerna Qiara yang suka sekali mengacaukan rencananya dan berusaha untuk membongkarkan kedoknya pada Zean.
Jika iya maka Qiara akan menyesali perbuatan nya itu. Ia sudah mati-matian buat bikin Zean sadar doang namun cowok itu tak pernah mempercayainya sehingga Zean hampir saja masuk ke dalam perangkap cewek licik itu, Dara.
"Gimana gue bisa percayain ucapan lo itu, padahal lo aja sebelumnya berniat pengen ngelakuin hal jahat ke gue. Untung waktu itu ada orang tua lo, kalo enggak gue aja gak tau apa gue masih bisa hidup sampe sekarang. Dan kerna itu juga gue gak masukin lo ke penjara, gue udah hutang budi banget sama mereka" ucap Qiara lalu ia ingin pergi kerna merasa kalau sneua ucapan William hanyalah omong kosong saja.
Namun lagi-lagi perjalanan nya terhenti kala William memutar sebuah rekaman suara yang mendengarkan sebuah perbincangan antara William dan Dara.
Deg
"Gue punya satu rancangan bagus buat lo. Kita bakalan dapat hasil yang sangat untung. Lo bakalan dapet si Qiara dan gue bakalan dapat Zean, gimana kerjasama menguntungkan bukan?" tanya Dara yang ada di dalam video itu.
Qiara menggeram marah mendengar itu. Jadi benar ternyata semua ini rencana yang dibuat oleh Dara. Licik sekali cewek ini.
"Gue rakam ini buat berjaga-jaga misalnya kalo gue masuk ke penjara gue juga bisa libatin dia" ucap William tanpa Qiara bertanya.
Ia cuman mau mengetahui apa niat William mendengarkan rekaman suara itu.
"Niat lo apa dengerin gue itu, mau bilang kalo elo gak bersalah. Sadar kalo lo gak setujuin rencana gila itu gak akan berjalan. So apapun alasan lo itu tetap salah kalian. Walau lo mau
nyangkal sekalipun lo gak bakalan lepas dari kesalahan yang lo buat itu" bentak Qiara marah.
"Iya gue tau kerna itu gue mau minta maaf. Gue beneran gak bisa tenang Ra. Mama gue juga nyuruh gue buat minta maaf ke lo setelah gue udah sembuh sepenuhnya. Dan gue tau emang sulit buat lo maafin gue. So setelah ini gue gak bakalan ganggu lo lagi. Gue cuman mau minta maaf dan thanks kerna gak masukin gue ke penjara. Oh hampir gue lupa, lo harus hati-hati sama cewek licik itu. Dia akan ngelakuin apa aja untuk bisa capai apa yang dia mau" ucap William lalu ia pun pergi dari sana meninggalkan Qiara yang mematung.
"Apa lagi ini coba?" gumamnya lirih.
•
•
•
To Be Continue...
Thanks For Reading ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomanceMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)