32-Ketahuan
•
•
•
"Eh tapi kok lo dulu bilang kalo dia cuman tampar sama pukul lo doang. Lo mau selamatin dia dari kelakuannya sendiri gitu supaya dia gak ketangkap sama polisi?" tanya Zean dengan nada cemburu.
Qiara yang mendengar itu berpikir apalah Zean sedang cemburu.
"Lo kenapa nanya kek gitu, cemburu?" tanya Qiara dengan nada mengejek.
Zean melotot kesal mendengar pertanyaan Qiara yang seperti mengejek dirinya dan memang benar.
"Enggak ya gue cuman heran aja padahal saat itu lo bisa mati lho. Kalo lo gak laporin dia ke polisi bisa aja kan di waktu lain dia bakalan cederain lo lagi. Malah dia bisa bunuh lo tau gak!" ucap Zean dengan serius.
Ya memang ia tak akan bercanda jika itu mengenai keselamatan Qiara kerna baginya keselamatan Qiara itu adalah nomor satu berbanding dirinya.
Apalagi sekarang ini Qiara sedang hamil anaknya yang mana ia harus ekstra tenaga dalam menjaga keselamatan Qiara.
"Gue bukannya mau lindungi dia tapi seperti yang gue bilang tadi gue kasian sama mamanya yang nangis mohon ama gue supaya anaknya gak dipenjarain. Lagian mereka juga udah bantuin gue lepas dari si William itu. Kalo enggak gue gak tau apa gue bisa hidup apa enggak sampe sekarang" jelas Qiara yang benar apa adanya.
Mereka juga harus memikirkan tentang orang tua William yang hidupnya pasti terbeban kalo anak yang mereka sayangi masuk ke jeruji besi.
"Tapi lo bohongin Vero juga. Lo gak bilang yang sebenarnya kan ke dia?" Tanya Zean kesal.
"Iya kerna gue tau bang Vero gak bakalan lepasin orang yang bikin gue cedera. Saat gue bilang gue dipukul sama ditampar oleh William aja dia nya sempat menggila apalagi kalo gue jujur bilangnya kalo dia hampir aja ngebunuh gue. Gue gak tau deh apa yang dia lakuin" terang Qiara lagi.
Setelah itu mereka berdua pun terdiam tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Jadi apa yang si b*engsek itu bilang ke elo tadi di kelas?" tanya Zean.
"Dia cuman minta maaf ke gue. Dan dia juga bilang kalo dia nya sempat koma selama beberapa bulan" balas Qiara mengingat ucapan William saat di kelas tadi.
"Apa gegara Vero?" tanya Zean.
"Hm, maybe"
"Wah bagus dong, kalo bisa sampe mati juga" seru Zean membuat Qiara menatapnya tajam.
"Lo mau bikin abang gue masuk penjara?" tanya Qiara dingin.
Zean menyengir canggung melihat tatapan tajam yang diberikan Qiara.
"Hehe enggak kok enggak. Masa gue maunya dia masuk kepenjara. Nanti lo jadi kesepian dong" balas Zean canggung.
"Udah ah gue laper mo makan. Ngomong ama lo emang nguras tenaga banget. Apalagi lo itu bikin kesel dari tadi"
Lalu Qiara pun membuka kotak bekalnya untuk dimakan. Perutnya sudah berkeroncongan dari tadi minta diisi. Apalagi sekarang ada bayi yang juga ingin makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomanceMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)