Mereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan.
Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
11-Beruntung
"Zean bangun. Bangun udah telat ini" teriak Qiara kala Zean tak kunjung bangun.
Sebenarnya belum telat sih tapi emang Qiara aja yang dasarnya suka datang ke sekolah kepagian. Kan ia mau singgah ke perpus untuk membaca dan juga belajar.
"HAH TELAT?!" pekik Zean kaget.
Setelah dibilang gitu baru bangun ternyata. Kalo tau gini udah dari tadi ia pake cara ini.
Lalu Zean pun masuk ke kamar mandi tergesa-gesa dan melupakan untuk mengambil handuknya.
Lalu Qiara pun turun kebawah untuk menyiapkan sarapannya dan juga Zean. Ia juga menyempatkan dirinya untuk membawa bekal untuk nya sendiri kerna Zean tak suka membawa bekal ke sekolah.
Ia memasak nasi goreng sebagai sarapan mereka pagi ini. Setelahnya iapun menyendokkan nasi goreng kedalam piring Zean dan dirinya sendiri.
Lalu beberapa minit kemudian ia mendengar teriakan Zean dari kamar mandi.
"QIA AMBILIN HANDUK GUE!" teriak Zean dengan suara kerasnya.
"Ck kok bisa kelupaan sih. Nyusahin aja" cibir Qiara.
Ia pun pergi naik keatas untuk mengambilkan handuk buat suami tercintahnya. Memikirkan itu membuat Qiara menjadi senyum-sendiri.
Tau aja deh sama pemikiran Qiara yang terbilang aneh itu.
"QIA CEPET NANTI LAMBAT GUE LAGI YANG DISALAHIN" terdengar lagi teriakan Zean yang membuat Qiara melajukan langkahnya menuju kekamarnya.
"IYA BENTAR" teriak Qiara juga.
Lalu ia pun mencari letak handuk Zean dan langsung jumpa. Yaiyalah orang yang simpan handuknya Zean kan dia.
"Nih" lalu Qiara pun menyerahkan handuk kepada Zean melalui pintu yang dibuka sedikit.
Qiara pun mengalihkan pandangannya saat tak sengaja melihat dada bidang Zean yang terlihat agak sexy.
"Gak usah ngalihin pandangan gitu Qia, kek gak pernah liat aja" ujar Zean saat telah keluar dari kamar mandi lengkap dengan handuk yang hanya menutup bahagian bawahnya.
"Dih, suka-suka gue dong. Mata-mata gue juga" cibir Qiara yang kini mengambil tas sekolahnya tanpa meliat kearah Zean sama sekali.
"Hahaha iya deh. Eh bukannya udah telat ya kok lo masih bisa santai ya?" tanya Zean heran dengan sikap Qiara.
"Mana ada telat. Gue sengaja aja supaya lo bangun kerna gue udah kesal lo gak bangun-bangun juga dari tadi" jawab Qiara.
"Dih tega banget ya lo sama gue" ujar Zean pura-pura ngembek.
"Ya kan kalo dibiarin lama-lama bisa telat beneran. Sekarang cepat pake seragam lo dan turun kebawah sarapan. Gue mau ke perpus nanti takutnya gak sempat kerna udah keburu masuk ke kelas" pesan Qiara lalu turun kebawah dengan membawa tas nya.