✨CHAPTER 13

1.5K 32 0
                                        

13-Pingsan

"Nanti ke lapangan aja. Tapi di lapangan indoor aja" pesan Zean saat mereka telah sampai di parkiran sekolah.

Sama seperti hari kemaren, hari ini juga mereka berangkat awal atas permintaan Qiara.

"Hm, iya" jawab Qiara lalu ia pun ingin berlalu dari sana namun Zean menahan tangannya.

"Eitts, bentar. Nanti waktu istirihat sama ya. Tunggu aja gue di rooftop" peringat Zean.

Qiara yang mengerti pun hanya menganggukkan kepalanya setuju dan langsung saja masuk ke dalam kelasnya.

Hari ini ia tak pergi ke perpustakaan kerna ia merasa kurang sehat alias pusing. Sejak pagi tadi, ia merasa kepalanya teramat pening sehingga Zean yang membuatkan mereka sarapan.

Ia tadi ingin membuatkan Zean sarapan namun kepalanya pusing. Sebenarnya Zean tak masalah jika ia yang harus membuatkan mereka sarapan namun memang Qiara yang merasa keberatan dengan itu.

Hingga kini ia tak sedar bahwa ada seseorang yang sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan sinisnya.

Ia dari tadi sudah melihat Qiara dan Zean yang berangkat bersama yang membuat hatinya panas seperti ingin terbakar saja.

Malah hubungan mereka sepertinya sangat dekat sehingga mampu berangkat bersama.

"Dasar cewek murahan. Dulunya suka berantem sekarang malah deket-deket" hina Dara.

Ya, seseorang itu ialah Dara. Ia sekarang sudah hadir dan mula menunjukkan sisi sebenarnya yang jahat.

Ia dengan tak tau dirinya malah menghina Qiara, padahal ia yang tak tau apa-apa. Malah dirinya sendirilah cewek murah kerna sanggup menjebak seorang cowok hanya kerna ingin memenuhi keinginannya.

"Huh, apa-apaan lo. Datang-datang udah bikin kesel aja. Kemana aja lo selama ini? Takut ya?" sindir Qiara dengan menatap Dara tajam.

Dara yang ditatap tajam seperti itu sedikit merasa takut namun ia tutupi dengan menatap Qiara sinis.

Sekarang ini hanya ada mereka berdua saja dikelas kerna memang sekarang waktunya adalah sangat awal untuk ke sekolah.

Mungkin hanya orang-orang rajin dan pintar seperti mereka saja ada disekolah saat seperti ini.

"Gak diterima dikatain cewek murahan ya?" ejek Dara dengan menatap Qiara remeh.

"Mau lo apa? Kata-katain gue cewek murahan. Cermin dulu diri lo yang gak seberapa itu. Malah sanggup nyerahin tubuh cuman buat menuhin keinginan lo" balas Qiara dengan nada dingin.

"Maksud lo apa? Gue gak terima ya dibilang gitu. Bilang aja lo takut dicap sebagai cewek gak benar" ujar Dara remeh.

"Gue sih gak peduli kerna bukan mereka yang kasih gue makan. Tapi kalo lo, kan lo orang yang haus perhatian. Kalo aja satu sekolah ini tau lo itu cewek gak benar, gimana reaksi mereka nanti?" balas Qiara lalu beranjak dari sana ingin ke UKS.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang