✨CHAPTER 43

1K 26 0
                                        

43-Permintaan Maaf

Please Vote Before Reading. Thankyou!



"Zean aku deg-degan banget mau ketemu sama mama sama papa. Udah lama banget gak ketemu sama mereka. Kira-kira udah dua bulan ya?" ucap Qiara saat di perjalanan menuju rumah papanya - Rian.

"Emang kenapa hm?" Tanya Zean bertanya penyebab Qiara menjadi gugup bahkan sekadar untuk bertemu orang tuanya sendiri saja.

"Enggak hehe, kerna udah lama aja" jawab Qiara.

Zean tersenyum lembut mendengar penuturan istrinya itu. Ia tau jika bukan itu alasan sebenarnya. Ia hanya takut jika orang tuanya akan pergi lagi sebelum terlahir kali mereka ketemuan.

Seperti dua bulan lalu saat orang tua Qiara mengajak bertemu. Dan alasan mereka bertemu adalah kerna orang tua Qiara akan pergi ke turki selama dua bukan untuk menguruskan perniagaan mereka yang ada disana.

Dan baru pulang hari ini. Sampai hari kelulusan Qiara aja mereka tak sempat untuk pergi. Untung ada orang tua Zean dan abangnya serta sahabat-sahabatnya Dan juga Zean.

"Gakpapa gak usah gugup. Mereka gak bakalan pergi lagi kok. Aku janin itu" ujar Zean sambil tersenyum misterius.

Qiara hanya mengangguk semangat mendengar penuturan Zean itu. Walaupun ia kurang yakin sih.

"Iya" saut Qiara.

Setelah menempuh beberapa minit di perjalanan akhirnya mereka pun sampai di perkarangan rumah milik papa Qiara.

Mereka melangkah masuk dengan tangan yang bergandengan.

"Assalammualaikum" ucap mereka berdua berbarengan.

Fiona yang melihat kedatangan mereka berdua langsung saja mendekati mereka dan memeluk erat Qiara sehingga membuatnya tertegun.

Mereka bukannya jarang berpelukan namun itu hanya kerna ada alasan saja seperti jika Qiara yang kesedihan ataupun mungkin kerna bahagia.

Apa mungkin kerna ia yang baru saja lulus SMA.

"Ma" lirih Qiara.

"Maafin mama sama papa ya, kita gak sempat buat datang ke acara kelulusan sma kamu. Padahal mama tau acara ini penting banget untuk kamu" ujar Fiona merasa bersalah.

"Ara gak papa kok ma" balas Qiara padahal mah ia memang sudah sangat berharap orang tuanya busa datang di acara kelulusannya nanti.

Namun apalah daya mempunyai sepasang orang tua yang kesibukannya melebihi presiden. Ia harus menerimanya bukan.

"Yaudah yok kita ke ruang makan. Mama udah sediain makanan kesukaan kalian berdua. Papa sama bang Vero juga udah nungguin disana" ajak Fiona menggandeng mereka berdua menuju meja makan.

Sedari tadi senyuman manis yang tersungging di bibirnya tak pernah hilang. Ia sangat bahagia hari ini kerna akan ada berita bahagia yang akan ia beritau kepada anaknya yang satu itu, Qiara.

Setelah itu mereka pun makan dengan tenang. Sebenarnya Qiara tak ada nafsuan langsung untuk makan kerna saat ini ia sedang ingin memakan ketam yang dibakar.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang