✨CHAPTER 39

938 15 0
                                        

39-Feel Guilty

Please Vote Before Reading. Thankyou!



"Lo punya waktu gak?" tanya Qiara datar.

William yang melihat Qiara tersenyum sumringah. Ia mengangguk semangat.

"Bisa ikutin gue bentar, penting!" pinta Qiara.

William lagi-lagi hanya mengangguk senang.

"Ayok!" ajak Qiara.

Lalu William pun hanya mengikuti kemana gadis itu ingin pergi. Namun tiba-tiba Qiara merasakan perutnya yang bergejolak mual.

Lantas ia berlari kencang kearah toilet untuk memuntahkan semua isi dalam perutnya.

William yang melihat itu mendadak panik dan langsung saja mengikuti kearah Qiara pergi. Namun saat didepan pintu toilet cewek ia memberhentikan langkahnya.

Gila saja jika ia ingin masuk kedalam toilet mengikuti Qiara.

Sementara cowok yang sedari tadi memerhati Qiara menggeram marah saat melihat gadisnya yang tiba-tiba masuk kedalam toilet dan William yang sedari tadi memasuki toilet.

Rusak sudah rancangannya. Padahal ia sudah memastikan tidak ada sesiapa yang bersama dengan gadisnya dan mengapa juga Qiara menukar arah.

Seharusnya ia pergi ke taman belakang bukannya ke toilet.

"Ra lo oke gak apa lo mau gue ikut masuk?" tanya William dengan nada khawatir.

"E-enggak papa kok" jawab Qiara lemah.

Sungguh ia merasa kepalanya saat ini sudah berputar-putar seperti ingin pingsan saja namun itu tak bisa selagi ia belum memanggil Zean.

Kerna ia tak bisa mempercayai cowok manapun selain Zean yang notebane-nya adalah suaminya. Walaupun William memang benar sudah meminta maaf namun siapa tau apa yang ada di otak cowok itu.

"Bi-sa panggilin Z-zean gak?" tanyanya terbata.

"Iya gue panggilin dulu, lo kuat kan nunggu disini?" tanyanya.

Lalu tanpa membuang masa, William langsung saja berlari tergesa-gesa mencari keberadaan Zean. Qiara yang sudah tak kuat menopang tubuhnya langsung saja pingsan di tempat ia berdiri.

"Zean Qiara cariin lo" teriak William pada Zean yang sedang makan di kantin.

Hampir saja semua siswa/siswi yang berada di kantin itu melihat ke arah orang yang berteriak. Zean yang mendengar teriakan William itu langsung saja panik lalu mendekati William mengabaikan tatapan heran hang dilayangkan oleh semua orang yang ada disana.

"Sekarang dimana?!" tanyanya panik.

"Toilet cewek" jawab William.

Lalu Zean berlari kesetanan kearah tempat yang dibilang William. Namun saat membuka pintu toilet ia menahan amarahnya kala melihat siluet seseorang yang sedang membelakanginya ingin menggendong Qiara

Sontak ia mendorong cowok itu yang merupakan Malven. Entah mengapa dia berada disana. Namun yang pasti Zean tak menyukai keberadaan cowok itu dekat dengan istrinya.

Malven kaget saat melihat kedatangan Zean yang secara tiba-tiba.

"Jangan deketin Qiara, sana minggir" ucap Zean penuh penekanan kepada Malven.

Ia berlalu dari sana setelah menggendong Qiara. Tujuannya saat ini bukan uks melainkan rumah sakit. Ia tak mau merisikokan Qiara yang saat ini sedang hamil.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang