✨CHAPTER 25

1.3K 23 0
                                        

25-Mengidam

Please Vote Before Reading. Thankyou!



"Emm Zean" panggil Qiara.

"Apa?"

"Gue mau beli ini" ucap Qiara lalu ia menunjukkan sebuah foto di dalam ponselnya yang membuat Zean membelalakkan matanya kaget.

'Astaga kok aneh banget' batin Zean masih merasa kaget dengan permintaan Qiara yang aneh itu.

Bagaimana tidak Qiara memintanya agar membelikan nya seorang manusia. Mana manusia itu cowok lagi!

"Tapi ini kan manusia Qia, gimana bisa beli coba?" tanya Zean heran dengan permintaan Qiara yang sangat mendadak itu.

"Ya gue gak tau" balas Qiara polos.

Astaga bagaimana ini, ia yang meminta kok ia gak tau bagaimana cara membelinya sih.

"Sorry but I can't buy a live human, Qia" ujar Zean.

"Ih tapi kan gue mau gimana sih!" pekik Qiara kesal.

Sakit kuping Zean mendengar teriakan Qiara yang melengking itu.

"Astaga qia. Tapi itu orang Qia orang. Gimana mau beli?!" tanya Zean frustasi.

Bagaimana memang membeli seorang manusia. Lagian Qiara sih ada-ada aja. Kok mau beli manusia sih. Emangnya tak ada kemahuan yang lain selain ini.

"Ya kan lo kaya pasti bisa beli. Pliss ya ya" mohon Qiara dengan mengerjapkan matanya polos.

Ihh kok gemes banget!

"Gak boleh, kalo mau minta yang lain aja ya. Jangan yang ini gue emang kaya tapi kalo mau beli orang keknya gak bisa deh" ujar Zean menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Tapi ini permintaan dedek bayi lho. Masa lo gak mau kabulin sih" ucap Qiara dengan wajah memelas.

Zean yang melihat itu merasa kasihan. Eh tapi tetap gak bisa. Beli orang itu kan dosa. Masa sih dedek bayinya mau beli orang sih. Aneh aja anaknya itu.

Belum lahir kok udah nyusahin sih. Apalagi jika sudah lahir. Pasti bakalan lebih nyusahin.

"Gak permintaan yang lain aja deh. Gue janji yang lain pasti bakalan gue kabulin. Asal yang manusiawi aja yah" pinta Zean.

Setelah itu Qiara pun berpikir keras. Memang jika dilihat dari segi apapun hal itu adalah mustahil. Membeli orang, hah yang benar saja!

"Oke gue udah pikirin. Gimana kalo beli perusahaan SM aja. Perusahaan yang kaya itu. Kalo beli perusahaan itu gue bisa liatin cowok-cowok ganteng. Kan lumayan Zean" ucap Qiara antusias.

Astaga kok makin aneh!

"Aduh Qia maaf deh tapi yang ini juga gak bisa. Gue-"

"Ih tapi lo udah janji" sentak Qiara dengan mata berkaca-kaca memotong ucapan Zean.

Lalu ia dengan mata yang menahan tangis menghampiri kasur lalu menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.

Ia mengeluarkan tangisan yang ia sudah tahan dari tadi didalam gumpalan selimut itu.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang