✨CHAPTER 38

1K 17 0
                                        

38-Menyusun Rencana

Please Vote Before Reading. Thankyou!



"Zean, Ra tungguin bentar ada yang mau gue ngomongin ke kalian" teriak Leon yang membuat ia seketika menjadi pusat perhatian.

Bagaimana tidak sekarang ini mereka sudah waktu pulang jadi bisa dipastikan banyak siswa dan siswi yang keluar dan mendengar teriakan itu.

Zean dan Qiara yang merasa nama mereka dipanggil seketika menoleh. Ngomong-ngomong mereka sudah ada di berdekatan dengan motor Zean.

Melihat Leon yang berjalan berdampingan dengan Dara seketika membuat Zean menggeram marah. Mengapa lagi Leon berjalan menghampirinya sambil membawa cewek itu kesini.

"Lo gak usah deketin kita" larang Zean menjaga Qiara dibalik punggungnya guna untuk menjaga Qiara daripada Dara yang mungkin saja berniat jahat.

Leon melihat kesamping nya dan bisa ia lihat Dara yang menunduk.

"Zean bentar dulu dengerin apa yang dia mau ngomong. Penting ini apalagi untuk Qiara" ucap Leon menatap Qiara.

Qiara yang namanya disebut menaikkan alisnya dengan tatapan bertanya.

"Apa?" tanya Qiara.

"Udah ah kita pulang aja yuk gak usah dengerin mereka" rengek Zean.

Langsung saja Qiara menatap tajam Zean.

"Yaudah deh cepetan lo kalo mau ngomong!" ketus Zean menatap Dara sebal.

"Gue mau minta maaf sama kalian berdua terutama lo Zean. Hari itu gue emang bodoh banget sampe ngelakuin hal gila itu gegara cuman mau buat lo jadi milik gue doang. Gue nyesel banget Zean " ucap Dara sambil menunduk tak sanggup meliat Zean.

Qiara mengernyit kan alisnya heran. Hal gila apa yang sudah dilakukan Dara? Ia tau jika Dara memang mempunyai pelbagai rencana jahat di otaknya namun ia tak tau apa saja yang dilakukannya.

"Yang waktu aku ke rumah kamu itu. Sebenarnya aku udah dikasi ubat perangsang sama dia" bisik Zean saat melihat Qiara yang seperti heran.

Qiara membelalakkan matanya kaget. Jadi benar Dara memang melakukan hal yang di luar nalar seperti itu. Nekat banget, sampai sanggup menurunkan harga dirinya sebagai seorang perempuan.

Dan yang lebih gilanya lagi adalah ia yang menjadi mangsa atas kelakuan Dara itu. Ia menatap Dara marah. Semuanya berlaku gara-gara cewek itu.

"Jadi lo yang udah buat Zean kek gitu?!" teriaknya marah.

Dara kaget saat melihat Qiara yang tiba-tiba marah. Apa kaitannya Qiara dalam hal ini.

"Iya gue minta maaf kerna udah buat Zean kek gitu. Gue emang gak pikirin apa-apa lagi saat itu" sesal Dara.

"Tapi lo udah hancurin masa depan gue b*go!!" marahnya.

Dara menatap Qiara bingung. Apa maksudnya itu? Ia berpikir keras dan matanya membola kaget saat ia memikirkan kemungkinan yang terjadi pada Zean dan Qiara pada hari itu.

"Astaga jadi kalian?" ucapannya terpotong kala Zean menatapnya tajam.

"Diem gue udah bahagia sama Qiara jadi lo gak usah ngungkit hal itu lagi" peringat Zean dingin.

Seketika Dara mematung saat merasakan aura dingin dari Zean. Qiara juga dari tadi menatapnya dengan sangat tajam. Ia merasa seperti di introgasi saja oleh kedua pasangan ini.

"Yaudah gimana kalo kita bincangnya di tempat lain aja soalnya disini gak selamat kerna ada anak-anak liatin" ucap Leon.

Padahal bukan itu alasan sebenarnya. Tadi dia ternampak seorang cowok yang merupakan orang yang mengancam Dara tadi pagi.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang