✨CHAPTER 5

2.7K 55 0
                                        

5-Pingsan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

5-Pingsan

"Ze-Zean u-udah rosakin Qi-Qiara" ucapnya terbata.

Mereka semua yang ada disana kaget mendengarnya. Mereka tak tau harus mereaksi apa. Antara kaget dan tak percaya dengan apa yang Zean ucapkan barusan. Langsung saja mereka menatap kearah Qiara seakan meminta penjelasan.

Qiara yang ditatap hanya mampu menunduk. Ia tak menyangka semuanya akan berlaku secepat ini. Ia kan belum bersedia. Rasanya ia hanya mau pergi dari sini. Ia tak tahan lagi dengan keadaan ini. Lalu iapun berlalu ke kamarnya tanpa menjelaskan semuanya dengan air mata yang berlinangan.

Rian yang sudah memahami keadaan pun menggeram marah. Iapun menarik kerah baju yang dipakai Zean lalu menonjok wajah Zean dengan ganas. Zean pun tidak menghalang dan tidak juga membalas kerna ia tau ia pantas mendapatkan ini.

Bugh

Bugh

Bugh

Bugh

Namun bundanya sudah berteriak histeris melihat wajah Zean yang sudah bebak belur. Ia cuba untuk menghentikan namun Bara menghalangnya melakukan itu. Ia sendiri juga sangat marah dan kecewa dengan perbuatan Zean yang keterlaluan itu.

Setelah beberapa minit, kemarahan Rian telah reda lalu ia pun melepaskan Zean dan menuju ke kemar Qiara untuk melihat keadaan Qiara. Manakala Fiona dan Vero sudah daritadi pergi ke kamar Qiara kerna khawatir dengan keadaannya.

"Zean, apa yang udah kamu lakukan?" tanya Sari dengan terisak.

Zean hanya diam tak mampu menjawab karna ia juga kecewa dengan dirinya sendiri. Ia juga marah dengan dirinya karna telah membuat semua orang kecewa.

Plak

Plak

Plak

Tiba-tiba Sari menampar wajah Zean. Ia sebenarnya tidak sanggup untuk melihat wajah Zean yang telah banyak kesan tonjokan Rian itu. Namun mau bagaimana lagi ia sudah terlanjur kecewa dengan anaknya itu. Rasanya jika ia hanya menampar saja tak akan cukup untuk menghukum kesalahan Zean.

Ia tak bisa percaya kalau Zean merosakkan seorang gadis. Ia sangat kecewa dengan nya. Lalu ia pergi ke kamarnya untuk menenangkan hatinya. Ia juga sangat mau kepada Rian dan Fiona. Ia merasa tak becus dalam mendidik Zean.

"Kamu lihat itu. Bunda kamu udah kecewa banget sama perbuatan kamu itu. Kenapa kamu melakukannya Zean? Kenapa?!" bentak Bara.

Ia sama seperti Sari. Ia juga amat kecewa dengan perlakuan Zean. Ia juga merasa bersalah kepada Qiara. Apa yang harus ia lakukan sekarang. Karna ini melibatkan masa depan mereka berdua. Yang paling terjejas ialah Qiara. Bagaimana jika dia hamil.

"Maafkan Zean pah. Zean gak sengaja buat ngelakuin itu ke Qiara. Zean dijebak pah" bela Zean.

"Emang kamu dijebak siapa?" tanya Bara yang tak mengetahui.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang