47-Zeon Alexander Abraham
Please Vote Before Reading. Thankyou!
•
•
•
Oekk.... Oekk.... Oekk....
Tangisan bayi itu menandakan telah lahirnya bayi yang ditunggu-tunggu oleh semua orang yang ada diruangan menunggu. Terlebih lagi bagi pasutri muda yang sedang berada di ruang melahirkan.
Zean menangis terharu melihat anak nya yang berkelamin cowok yang baru saja lahir kedunia dengan selamat.
Ia mencium pelipis Qiara yang terlihat berkeringat kerna proses melahirkan yang sangat menyakitkan dan juga melelahkan itu dengan sayang.
"Makasih banget sayang, makasih udah bisa lahirin dia ke dunia ini dengan selamat. Makasih, aku gak tau mau balas gimana sama kamu yang udah berjuang keras kerna lahirin dia. Aku sayang kamu" ucap Zean tulus masih dengan air matanya yang mengalir.
Qiara tersenyum tipis kepadanya. Ia juga sangat capek saat ini kerna sudah berjuang mati-matian hanya untuk melahirkan malaikat kecilnya agar bisa melihat dunia.
Ia merasa kebahagiaan yang tak pernah ia rasakan selama ia hidup setelah mendengar tangisan bayi cowok nya yang bermaksud anaknya yang sudah ia tunggu telah lahir.
Ia juga sama seperti Zean. Tak tau harus mengatakan apa saking terharunya ia. Dan kini ia sudah menjadi seorang ibu. Ia sadar ia mempunyai tanggungjawab yang lebih besar setelah ini.
Dan ia harap ia bisa menjadi istri yang baik untuk Zean dan ibu yang penyayang untuk anaknya yang belum dikasi nama oleh Zean itu.
°°°
"Aaa imut banget dah anak kalian. Gue kayak mau makan aja saking imutnya" pekik Reana tertahan kerna bayi cowok itu sedang tertidur lelap.
"Yaiyalah kan anak gue" ucap Zean sombong.
Reana mendelik kesal kearahnya.
"Sombong amat pak, liat aja nanti kalo anak gue udah lahir pasti lebih imut ya kan sayang" ucap Reana pada Vero yang saat ini sedang dipeluknya.
"Heem iya sayang" jawab Vero sambil mengelus perut Reana yang saat ini sedang hamil anak mereka.
Ya, Reana sudah hamil dan kandungannya sudah berjalan selama tiga minggu.
"Nah denger tuh, wlee" ejek Reana.
Zean memutar bola matanya malas meladeni sahabat istrinya itu. Lalu ia beralih menatap kearah anaknya. Labih baik meliat anaknya yang imut itu berbanding berantem dengan Reana. Gak guna juga.
"Hai sayangnya daddy, ganteng banget kayak daddy. Nanti gede kamu harus jagain sama sayang mommy kamu ya kerna dia itu udah perjuangin hidupnya cuman buat lahirin kamu aja. Jangan jadi kayak daddy, kerna daddy ini udah ngecewain bunda daddy. Daddy selalu sakitin hatinya. Kamu harus jadi seperti mommy kamu, dia itu pinter baik lagi. Oke ganteng" ucap Zean sambil mengusap wajah putih anaknya yang tertidur.
Qiara yang mendengar ucapan Zean tersenyum tipis. Ia memegang tangan Zean dan menyuruhnya duduk disamping nya.
"Kamu jangan ngomong kayak gitu. Kamu itu udah coba yang terbaik untuk bunda. Kadang kita itu ngelakuin kesalahan sama juga seperti kamu, aku juga. Jadi jangan ngomong kayak gitu lagi, aku gak suka. Kamu itu hebat mungkin bukan dimata yang lainnya tapi kamu hebat dimata aku" tulus Qiara.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomanceMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)