14-Rumah sakit
Pagi ini Qiara merasa sangat bosan kerna ia harus berada di apartmen seorang diri. Tadi, Zean katanya mau menemani Qiara namun ia menolak karna ia tak mau Zean bolos hanya karna dirinya.
Dan kini ia harus menerima akibatnya karna sudah menolak tawaran Zean. Ia sedang berada di dalam kamarnya karna Zean bilang ia harus istirihat agar bisa sembuh lebih cepat.
Namun berlama-lama di kamar membuat merasakan bosan setengah mati. Ia ingin mengajak Reana ke apartmen namun sama saja seperti menunggu Zean pulang.
Lalu ia pun turun ke bawah untuk makan. Qiara dari tadi sudah merasakan lapar hanya saja ia malas untuk sekadar turun ke dapur.
Ia memerhatikan bahan-bahan makanan yang ada di kulkas. Namun ia mendengus kesal saat tak melihat makanan yang ia sangat ingin makan sekarang ini.
Ia ingin memakan sate udang saat ini. Ingin membeli pun pasti Zean tak mengizinkan. Ia sebagai istri yang baik kan harus nurut sama perintah suami.
Ia langsung saja bergidik geli saat memikirkan hal aneh seperti itu. Menjadi istri dari Zean? Uhm tak pernah terpikirkan olehnya... Lalu ia pun mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja.
Langsung saja ia memesan sate udang dengan porsi dua puluh. Mana tau saat Zean pulang ia juga mau kan, pikirnya.
Setelah selesai ia pun berjalan ke arah ruang tengah dan langsung saja duduk di sofa dengan nyaman. Bukan duduk namun berbaring lebih tepatnya.
Ia membuka televisi dan mencari channel kartun. Ia melihat televisi yang menampilkan kartun upin ipin dengan seksama. Sesekali ia ketawa saat kartun itu menampilkan bahagian yang lucu.
Beberapa minit kemudian terdengar bunyi loceng berbunyi di hadapan pintu. Ia pun membuka pintu dan ternyata itu adalah pengantar makanan yang ia pesan tadi.
"Ini mbak pesanannya" ujar mas pengantar itu.
"Oh iya makasih ya, ini uangnya" balas Qiara lalu memberikan beberapa lembar uang lalai diterima oleh tukang pengantar itu dengan baik.
"Makasih ya mbak, tapi ini nggak kebanyakan ya?" tanya mas pengantar itu karna memang Qiara sengaja melebihkan uang.
Ia selalu diajarkan oleh abangnya, Vero agar memberikan sedikit rezeki yang ada kepada orang lain kerna rezeki yang kita dapat itu bukanlah milik kita sepenuhnya.
"Iya mas, ini untuk mas. Saya sengaja memberi lebih. Mungkin ini rezeki buat mas" jawab Qiara tersenyum tipis kepada mas pengantar.
"Alhamdulillah, makasih banyak ya mbak. Moga Allah sentiasa memberkati mbak dan dilancarkan segala urusannya" mas pengantar itu mendoakan Qiara sambil tersenyum ikhlas.
"Iya mas amiinn" Qiara pun hanya mengaminkan doa' mas itu.
"Yaudah saya pergi dulu ya, harus mengantarkan banyak pesanan lagi" ujar mas pengantar itu.
"Iya mas makasih dan hati-hati di jalan" pesan Qiara.
Lalu mas pengantar itu pun pergi setelah mengucapkan terima kasih kepada Qiara.
Qiara merasa sangat senang kerna sudah membuat mas itu menjadi gembira. Ya, sesederhana itu membuat orang lain bahagia.
Lalu ia pun tanpa mengambil piring, langsung saja memakan sate-sate udang itu dengan senang hati. Ini adalah pertama kali ia memakan sate udang.
Selama ia hidup tak pernah ia tau ada sate udang. Ia mengetahuinya dari aplikasi Instagram tadi saat ia sedang merasa amat bosan. Saat ia melihat sate udang di aplikasi Instagram tadi, ia langsung saja berkeinginan untuk makan sate udang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZeanAra Love Hate [End]
RomanceMereka adalah sosok manusia yang punya sifat saling bertolak belakang. Sama ada Zean maupun Qiara, masing-masing gak suka satu sama lain. Pantang lagi kalo bertemu, ada aja yang diperdebatkan. Zean itu menyebalkan, bagi Qiara. Dan Qiara itu membosan...
![ZeanAra Love Hate [End]](https://img.wattpad.com/cover/324964333-64-k561738.jpg)