✨CHAPTER 1

5.5K 99 2
                                        

1-Awal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

1-Awal

Terlihat seorang gadis yang duduk anteng di kelas sembari melihat ke luar jendela. Ia sedang melihat ke arah lapangan yang memperlihatkan anak-anak basket yang sungguh lihai dalam bermain basket.

Dia Qiara. Gadis yang sedang mendengarkan lagu dari earphone yang dipasang di telinganya.

Qiara amat suka mendengarkan lagu galau seperti itu. Ia mendengarkan lagu seraya ikut menyanyi dengan suara sepelan mungkin agar tak ada yang mendengarnya karena ia amat tak suka menjadi pusat perhatian.

Reana yang melihat Qiara coba untuk menjahilinya. Ia kemudian mengkagetkan Qiara yang sedang asik-asiknya bernyanyi. "BAAAAKK!!", kejutnya.

Namun, Qiara langsung tidak kaget. Ia hanya menoleh kearah Reana dan menampilkan wajah datarnya serta tatapan tajam. Reana yang melihatnya menciut takut.

"Lo ngapain?" tanyanya.

Jujur, ia ingin tertawa melihat keadaan Reana sekarang ini. Dengan pandangan yang mengarah ke bawah dan tangan yang dipilin-pilin. Terlihat seperti anak SD yang sedang dimarahi ibunya.

Reana yang mendengar suara Qiara mencoba untuk mengangkat wajahnya. Kemudian, ia menyengir lebar tatkala wajah Qiara sudah tak datar seperti tadi lagi.

Ia pun menjawab, "Enggak Ra, tadi gue cuman mau isengin lo aja. Soalnya lo keliatan asik banget ngeliatin ke arah luar jendela. Lo enggak marah kan?" tanyanya hati-hati.

Qiara pun memulai aksinya untuk menjahili Reana. "Ngapain lo ngagetin gue. Lo pikir gue kaget. Enggak kali. Tapi, kalo lo ngagetin gue lagi gue gak mau ngizinin lo nginep di rumah gue lagi" dengan ngancem. Hehehe.

Meski hanya iseng saja, namun Reana menganggapnya serius. Ia menelan ludah kasar. Mencoba untuk membujuk Qiara agar mengizinkannya lagi. Ya, tau saja Reana doyan sama Varo, abangnya Qiara.

"Ara ihh, masa lo jahat banget sama sahabat lo yang imut satu ini. Gue cuman mau isengin lo aja. Siapa suruh ngeliatin ke luarnya asik banget. Sampe gue ngomong pun lo nggak dengerin. Ara jangan marah lagi deh. Muka lo serem tau kalo lagi marah gitu" bujuk Reana.

Qiara yang mendengar hanya terkikik geli "Iya enggak kok. Ngapain gue marah sama lo. Tapi sumpah muka lo tadi kek orang yang lagi nahan boker deh. Lucu banget" ia membalas sembari tersenyum tipis.

Reana yang mendengarnya pun menjadi gemas. Ia ingin membalas ucapan Qiara. " Ihh, lo mah...", namun belum sempat ia ingin membalas, Bu Yani guru matematika mereka sudah masuk membuat ia menahan hasratnya. Ia hanya menampilkan wajah yang tak bersahabat kepada Qiara.

Qiara yang melihatnya hanya tersenyum lalu  fokus kepada guru di depan yang sedang mengajarkan materi matematika sembari mencatat materi yang penting.

Sedang Reana, tak berniat untuk belajar sama sekali. Pengennya tidur. Ia menjadikan bukunya sebagai cover agar ia tak dilihat oleh guru kalau ia lagi tidur.

ZeanAra Love Hate [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang