Matahari mulai terbit dari timur. Aya mulai didandani oleh penata rias hingga penata rambut khusus. Aya sudah mengenakan gaun yang sudah dipilihnya. Terlihat Aya duduk diam sambil dihias oleh beberapa penata rias dengan riasan yang membuat wajah lebih indah. Beberapa pernak-pernik hiasan kepala dipasangkan. Aya terlihat sangat elegan dan cantik. Aya melihat wajahnya yang tampak cantik dengan dandanannya.
Jika wajah aku yang asli didandani seperti ini apa akan sama cantiknya yah? Atau malah lebih cantik lagi. Pikir Aya tersenyum.
"Nampaknya Nona Alicia, eh maksud saya putri Alicia sangat bahagia," ucap Anna melihat senyuman Aya.
Aya kemudian berhenti tersenyum.
"Anna aku belum menjadi putri jangan panggil aku dengan sebutan putri," ujar Aya.
"Tapi tidak lama lagi saya akan terus memanggil Nona dengan sebutan putri," ucap Anna tersenyum.
"Sekarang panggil saja aku Nona Anna," Aya tersenyum.
Saat itu masuklah Adela.
"Wah lihat kakak ipar ku ini. Sangat cantik sekali," Adela berjalan kearah Aya.
Para pelayan akhirnya selesai dan berhenti mendandani Aya.
"Sudah selesai ya. Kerja yang bagus," ucap Adela.
"Terimakasih banyak putri," ucap pelayan.
Para pelayan pun keluar sambil membawa peralatan makeup.
"Kak Alicia terlihat sangat cantik, aku sampai pangling," ujar Adela.
"Sudah Adela jangan memuji aku terus," gurau Aya.
"Sekarang kak Alicia bersiap untuk dijemput oleh Pangeran," ucap Adela menuntun Aya duduk di tempat tidur.
"Bagaimana keadaan diluar?" tanya Aya.
"Aman terkendali. Oh iya acara akan segera dimulai jadi aku akan segera turun," ucap Adela.
Adela pun keluar dari kamar.
Terlihat dari raut wajah Aya yang sangat gugup dan gemetar. Anna menghampiri Aya untuk menenangkannya.
"Nona, gugup ya. Coba tarik nafas lalu hembuskan dengan perlahan," Anna memegang tangan Aya.
Aya mengikuti arahan Anna, ia mulai menarik nafas dan mengembuskan secara perlahan. Aya tampak tenang meskipun dia masih gugup. Saat itu juga masuklah sepasang suami istri berjalan mendekati Aya.
"Itu Ayah dan Ibu Nona," bisik Anna.
Aya pun langsung tersenyum menyambut mereka.
"Ayah, ibu senang melihat kalian disini," ucap Aya tersenyum.
Mereka hanya diam lalu perlahan mendekati Aya dan tangan kanan mereka memegang kepala Aya. Itu adalah ritual pernikahan di negeri Penamorfi yang bertanda bahwa kedua orangtuanya merestui pernikahan tersebut.
Aya memandang wajah mereka dengan penuh kasih sayang tapi wajah mereka tampak datar. Tidak lama memegangi kepala Aya, mereka pun berbalik dan berjalan keluar kamar.
"Ayah..ibu..., Aku bersyukur kalian berada ditengah-tengah kebahagiaan aku. Meskipun kalian mungkin tidak menganggap aku, tapi aku akan selalu menyayangi kalian. Aku akan sering berkunjung ke kediaman Antonius dan aku harap kita bertiga bisa bertemu disana," Aya tidak sadar meneteskan air mata.
Mereka hanya terus berjalan hingga mereka keluar dari kamar dan pintu pun tertutup. Tidak tahu kenapa air mata Aya terus berlinang. Ketika itu Anna mencoba menghapus air mata Aya secara perlahan agar riasan wajahnya tidak rusak.
KAMU SEDANG MEMBACA
swapped soul
FantasíaPangeran Fitz Mercia adalah anak pertama dari ratu Luisa Mercia dan Raja Edward Mercia yang merupakan raja ke 3 yang memimpin kerajaan Penamorfi. Sudah saatnya untuk Pangeran Fitz untuk memilih calon Putri atau calon istri untuknya. Pangeran Fitz me...
