Upacara berlanjut dan menetapkan pangeran Fitz sebagai putra mahkota yang akan meneruskan tahta. Semua bertepuk tangan dan bersorak untuk pangeran Fitz.
Sementara disini lain, Aya sedang bersama kedua orang tua Alicia yang terus menempel padanya. Terus mengaguminya dan sesekali memeluknya. Aya cukup menikmatinya karena dapat merasakan kasih sayang kedua orang tua meskipun mereka bukanlah orang tua kandungnya.
"Maaf, boleh saya mengambil kembali istri saya?" tanya Fitz.
"Tentu saja," ucap ibu Alicia tersenyum.
Fitz pun membawa Aya pergi.
"Tunggu," ayah Alicia.
Keduanya berbalik.
"Datanglah sesekali ke rumah," ucap ayah Alicia.
"Iya, saya akan datang," ucap Aya tersenyum lalu kembali berbalik.
Fitz bersama Aya pun keluar dari aula kerajaan dan hendak pergi ke kamar mereka. Namun di tengah jalan, Camilla menghalangi mereka.
"Pangeran Fitz, boleh saya bicara berdua dengan putri Alicia?" tanya Camilla.
"Tentu," jawab Fitz.
Mengusap pundak Aya lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa Camilla?" tanya Aya.
Camilla gugup dan berusaha untuk berbicara namun dia sedikit takut.
"Tidak apa-apa, katakan saja," ucap Aya.
Mengumpulkan keberanian.
Aya pun memegang tangan Camilla untuk menguatkannya dan memberinya keberanian untuk berbicara, namun yang terjadi adalah Aya malah melihat masa lalunya. Tidak sengaja Aya melihat hal yang tidak dia inginkan. Saat itu Aya melihat, Camilla yang beberapa kali melihat Heinz terus memandangi Alicia, bahkan pada hari pemilihan calon untuk Heinz pun rupanya Camilla sudah mengetahuinya. Camilla bahkan selalu melihat dari jauh Heinz yang terus mengejar Alicia yang tidak lain adalah Aya.
Aya langsung melepas tangan Camilla lalu menatap sedih ke Camilla, dia merasa bersalah pada Camilla meskipun itu bukan keinginannya.
"Kamu sudah tahu sejak awal tapi kenapa kamu masih tetap melanjutkan untuk bersama Heinz?" tanya Aya.
"Aku pikir dia akan melupakan mu ketika aku sudah menjadi istrinya dan akan menghabiskan waktu berdua denganku, tapi itu semua salah. Aku terus berusaha agar Heinz melihatku, memperhatikan, dan memperlakukan ku sebagai seorang istri. Hingga akhirnya aku sadar saat dia mengejarmu kala itu, saat kamu meninggalkan istana Archos. Dia bahkan tidak berbalik melihatku, dia tidak pernah melihat keberadaan ku, yang dia lihat hanya kamu Alicia. Yang ada di hatinya hanya kamu," ucap Camilla menangis.
"Camilla, Alicia dan Heinz hanyalah sahabat, hanya itu tidak lebih," ucap Aya.
"Aku tidak bodoh Alicia, aku tahu kalian punya kenangan yang indah bersama tapi aku malah memaksakan diri untuk berada diantara kalian. Kini aku sadar dan merelakan Heinz demi kebahagiaannya, aku mau kamu bersamanya dan menemaninya, hanya itu yang akan membuatnya bahagia," ucap Camilla.
"Tidak Camilla, bukan aku yang akan membuatnya bahagia tapi kamu. Dengan aku berada di sampingnya itu sama saja membuatnya tersiksa, aku tidak mencintainya, Alicia tidak mencintainya bahkan sedikitpun tidak," ucap Aya.
Mendekati Camilla lalu memegang pundaknya.
"Heinz pun tidak pernah mencintai Alicia. Alicia dan Heinz hanyalah sebatas sahabat, mereka hanya saling ketergantungan satu sama lain, hingga Heinz menganggap itu cinta tapi itu bukanlah cinta, Heinz hanya bergantung pada Alicia, bergantung akan kehadirannya. Mereka hanya membutuhkan satu sama lain bukan saling mencintai, mereka hanya kesepian dan kemudian bertemu kerena kesendirian, hingga membuat Heinz terobsesi pada Alicia. Ini bukanlah yang dibutuhkan Heinz, dia belum pernah merasakan cinta jadi tidak tahu itu cinta atau bukan. Kamu harus ada di sampingnya dan memberikannya cinta, mengajarkannya apa itu cinta," terang Aya.
KAMU SEDANG MEMBACA
swapped soul
FantasiPangeran Fitz Mercia adalah anak pertama dari ratu Luisa Mercia dan Raja Edward Mercia yang merupakan raja ke 3 yang memimpin kerajaan Penamorfi. Sudah saatnya untuk Pangeran Fitz untuk memilih calon Putri atau calon istri untuknya. Pangeran Fitz me...
