Malam telah tiba, Aya turun dan berjalan menuju ruang makan. Di sana hanya ada Adela yang sudah duduk manis.
"Kak Alicia," sapa Adela.
"Hai Adela," sapa Aya duduk.
Tidak lama kemudian Pangeran datang bersama dengan Raja dan juga Ratu. Mereka pun duduk dan mulai menyantap makan malam mereka. Setelah selesai makan, Raja dan Ratu keluar dari ruang makan dan diikuti oleh Pangeran. Aya juga keluar bersama dengan Adela.
"Kak Alicia tadi itu sangat menyenangkan, kapan-kapan ajari aku lagi ya," ucap Adela sambil menggandeng Alicia.
"Aku akan selalu siap mengajari tuan putri," ujar Aya.
"Jangan memanggilku tuan putri, lagian juga besok kak Alicia akan jadi Putri juga," kata Adela.
Benar besok aku akan menikah dengan Pangeran, tapi aku masih berada di tubuh Alicia.
"Adela, aku ingin bicara dengan Alicia dulu," Pangeran mendatangi Adela.
"Baiklah," jawab Adela melepaskan gandengannya.
Aya mengikuti Pangeran.
"Pangeran kita mau kemana?" tanya Aya berjalan kearah tempat yang tidak dia ketahui.
"Ikut saja," jawab Pangeran.
Mendekati seekor kuda.
"Bukankah ini kuda Pangeran," Aya.
"Naiklah," Pangeran menggendong Aya naik ke kuda.
"Kita mau kemana naik kuda malam-malam begini?" tanya Pangeran.
"Ikut saja jangan banyak tanya," jawab Pangeran.
Aya menoleh kebelakang dan melihat keberadaan Felix.
"Felix juga ada rupanya," kata Aya.
Pangeran mulai memacu kudanya dan disusul oleh Felix yang berada dibelakang mereka. Aya hanya diam dan tidak bisa bertanya apa-apa karena dia tahu Pangeran akan marah jika dia terus bertanya padanya.
Mereka mulai mendekati pedesaan dan saat itu Pangeran mengehentikan kudanya. Pangeran membantu Aya turun dari kuda dan kemudian dia pun turun. Pangeran mengambil jubah dan memberikannya pada Aya untuk memakainya.
"Pakai dan tutupi wajahmu," kata Pangeran.
"Kenapa kita kesini?" tanya Aya.
"Aku sudah bilang jangan bertanya," jawab Pangeran ketus.
Aya pun langsung diam.
Setelah memakai jubah itu dan Pangeran juga sudah mengenakannya, Pangeran pun mulai berjalan sambil memegang tangan Aya. Aya hanya mengikuti Pangeran dan tidak bertanya lagi. Mereka terus berjalan hingga mereka sampai di pinggir sungai dimana di sana sudah banyak orang berkumpul.
"Wah pelepasan lampion ya," Aya bersemangat.
Aya mulai berjalan maju dan mencari tempat yang pas untuk melihat lampion. Tapi di sana terlalu banyak orang hingga susah untuk maju ke depan. Pangeran menarik Aya dari kerumunan dan menjauhkan Aya.
"Kita tidak bisa melihatnya dari sini," Aya kecewa.
Pangeran menarik Aya ke suatu tempat.
"Wah dari mana Pangeran menemukan tempat seperti ini, dari sini bisa terlihat jelas," Aya senang.
"Makanya jangan cepat berjalan begitu, aku ingin membawamu ke tempat ini tapi kamu malah berdesakan ditempat itu," kata Pangeran.
"Namanya juga lagi senang," ucap Aya.
KAMU SEDANG MEMBACA
swapped soul
FantasiPangeran Fitz Mercia adalah anak pertama dari ratu Luisa Mercia dan Raja Edward Mercia yang merupakan raja ke 3 yang memimpin kerajaan Penamorfi. Sudah saatnya untuk Pangeran Fitz untuk memilih calon Putri atau calon istri untuknya. Pangeran Fitz me...
