Kekuatan

109 4 0
                                        

"Selama ini Alicia juga menderita sama sepertiku. Dia tidak pernah mendapat kasih sayang orang tua" Aya bergumam sambil memandang langit malam.

Anna membuka pintu dan melihat Aya sedang berdiri di depan jendela kamar.

"Putri belum tidur?" tanya Anna.

"Anna kau sudah datang," Aya berbalik.

"Iya putri, saya barusan sampai" Anna.

"Begitu ya" Aya.

"Tapi kenapa putri belum tidur jam segini?" tanya Anna.

"Aku tidak bisa tidur," jawab Aya.

"Apa ada sesuatu yang menggangu pikiran putri?" tanya Anna.

"Semua berputar-putar dikepala ku, aku tidak bisa menjelaskan apa itu" jawab Aya.

Anna terdiam.

"Sudahlah Anna, kamu bisa tinggalkan aku sendiri? Aku hanya ingin sendiri sekarang" ucap Aya.

"Baik putri, saya akan pergi" Anna.

Anna berjalan menjauhi Aya lalu tiba-tiba dia berbalik.

"Putri jangan terlalu memikirkannya. Apapun itu, putri lupakan saja," Anna.

Aya hanya membalasnya dengan senyuman.

...

Malam selanjutnya Aya pun masih terus memimpikan hal yang aneh. Malam itu mimpi masih saja samar-samar dan tidak berurutan dengan benar. Aya kembali terbangun dari tidurnya. Karena sesak dia pun memutuskan untuk keluar dari kamar untuk berjalan-jalan sejenak.

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini?" tanya Pangeran.

Aya berbalik dan melihat pangeran Fitz sedang berdiri di hadapannya.

"Aku hanya berjalan-jalan sambil mencari udara segar," jawab Aya.

"Malam-malam begini?" pangeran heran.

"Pangeran maaf tapi boleh tinggalkan aku sendiri?" tanya Aya sopan.

"Tidak," jawab Pangeran.

Aya berbalik dan mulai melangkah menjauhi pangeran.

"Tunggu," pangeran menarik tangan Aya.

"Aku mohon tinggalkan aku sendiri, aku hanya ingin sendiri" Aya memohon.

"Ada apa? Ceritakan padaku, kamu kenapa?" tanya pangeran khawatir.

"Tidak pangeran, aku tidak apa-apa" jawab Aya.

"Tidak, pasti ada sesuatu. Kamu harus bicarakan ini, jangan kamu tutupi" pangeran.

Aya hanya terdiam sejenak dan tiba-tiba kepala Aya terasa begitu sakit. Aya mulai memegangi kepalanya dan merintih kesakitan.

"Ada apa? Kamu kenapa?" tanya pangeran khawatir.

Aya mulai lemas lalu kehilangan kesadarannya. Untung pangeran cepat menangkap tubuh Aya yang kehilangan tenaga. Pangeran menggendong Aya yang sedang pingsan dan membawanya ke kamarnya.

"Cepat panggil dokter," teriak Pangeran sambil membaringkan tubuh Aya.

Pelayan berlari keluar kamar.

...

"Apa putri baik-baik saja?" tanya Felix.

"Iya, dia hanya kecapean," jawab pangeran.

"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa putri bisa seperti ini?" tanya Felix.

"Aku juga tidak tahu, dia langsung jatuh begitu saja. Aku juga terkejut, tapi sepertinya ada yang dia sembunyikan dariku" jawab pangeran.

"Kenapa pangeran bisa berpikiran seperti itu?" tanya Felix.

swapped soulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang