Kembali

85 2 0
                                        

Hari pengumuman untuk calon istri pangeran Heinz pun tiba, sekarang tinggal 3 putri bangsawan yang lolos. Semua orang sudah berkumpul di aula istana untuk menyaksikan upacara pemilihan calon putri istana. Aya bersama Fitz juga sudah duduk di samping raja dan ratu. Adela juga bersama dengan mereka untuk menyaksikan pemilihan. Sekarang waktunya Heinz yang akan menentukan dengan siapa dia akan menikah.

Ketiga putri sudah tiba di aula dengan pakaian yang begitu mencolok dan tampak anggun selayaknya putri bangsawan. Raja dan Ratu mempersilahkan Heinz untuk maju dan memilih putri yang akan di nikahinya. Heinz mulai berdiri dan berjalan ke arah ketiga calon putri, Heinz tanpa ragu berdiri di hadapan Camila putri dari bangsawan Nuvyleon, bangsawan yang cukup berpengaruh.

Heinz mengulurkan tangannya kepada Camila. Camila tampak terkejut melihat Heinz mendatanginya dan mengulurkan tangannya padanya. Tak berlangsung lama, Camila menerima uluran tangan Heinz dan menggenggamnya. Heinz membawa Camila menghadap kepada Raja dan Ratu yang menandakan bahwa Camila lah yang terpilih. Semua orang tidak heran lagi jika Camila yang terpilih, karena bukan sekadar cantik tapi dia juga pintar dan keluarganya cukup dekat dengan keluarga kerajaan.  Mereka memberikan hormat kepada Raja dan Ratu lalu diberikan restu. Semua orang bersorak untuk terpilihnya Camila menjadi calon istri pangeran Heinz.

Dari raut wajah Aya tampak sangat senang dan antusias melihat Camila yang terpilih, ini berarti rencananya untuk membuat Heinz melupakan Alicia bisa berjalan dengan mulus.

"Kak Alicia dapat saingan baru," ucap Adela.

"Maksudnya?" tanya Aya bingung.

"Kak Camila tidak kalah cantik dengan kak Alicia, sekarang kak Alicia dapat saingan baru deh" jawab Adela.

"Begitu ya? Kalau begitu aku harus banyak-banyak perawatan nih," gurau Aya.

Adela tertawa mendengar ucapan Aya.

"Tapi kak Alicia tenang aja, kak Alicia tetap jadi pemenangnya di mata kak Fitz," ujar Adela.

Aya tersenyum sambil tertawa kecil mendengar ucapan Adela.

"Kamu bisa aja," ujar Aya.

...

Malam harinya Aya sedang mencoba memakai sihirnya dan bermain-main dengan sihirnya itu. Tampaknya dia sudah bisa mengendalikannya dengan baik. Sedangkan Fitz berada di sofa sambil membaca berkas penting sambil meminum secangkir kopi. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara ketukan pintu. Aya dengan cepat menghentikan kegiatannya dan bergegas membuka pintu.

"Ada apa?" tanya Aya pada pelayan.

"Maaf putri, raja dan ratu memanggil putri dan pangeran untuk makan malam bersama" jawab pelayan.

"Makan malam bersama ya..... Baiklah kami akan segera turun," ucap Aya.

Pelayan pergi dan Aya dengan cepat menutup pintu lalu berjalan ke arah Fitz yang masih sibuk dengan pekerjaannya.

"Fitz, raja dan ratu memanggil kita untuk makan malam, sepertinya makan malam untuk penyambutan Camila," ujar Aya.

"Kamu duluan saja," ucap Fitz.

"Gak ah, nanti kalau aku sendiri mereka pasti akan berpikir macam-macam," bantah Aya.

"Kalau begitu tunggu sebentar lagi, aku lagi banyak pekerjaan," ucap Fitz.

"Tapi raja sama ratu loh yang memanggil, masa kita membuat mereka menunggu," ucap Aya.

"Bawel banget sih," Fitz berdiri dan melihat Aya.

"Gak usah marah-marah gitu, aku kan cuma...," Aya.

Fitz berjalan begitu saja keluar dari kamar.

"Kamu mau kemana?" tanya Aya.

swapped soulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang