Sibuk

86 3 0
                                        

Keesokkan harinya Aya bangun lebih awal dan mulai bersiap. Ketika Aya sudah selesai bersiap dan hendak menuju ke bawah tiba-tiba Pangeran masuk di kamar Aya.

"Tumben bangun jam segini," ucap Pangeran.

"Ada apasih Pangeran pagi-pagi datang kesini, mengganggu mood aku aja," ujar Aya.

"Aku berniat membangunkan mu tapi rupanya sudah bangun," ucap Pangeran.

Berjalan keluar kamar.

"Lah segitu doang? Mana langsung pergi lagi," Aya kesal.

Menggerutu.

Aya pun keluar dari kamar dan menuju ke bawah. Aya melihat kondisi istana yang sudah dihiasi dengan hiasan pernikahan dan bunga-bunga bertaburan hingga tangga pun dihiasi bunga.

"Aku baru ingat besok adalah hari pernikahan aku, waktu berlalu sangat cepat" Aya nada pelan.

Adela datang mendekati Aya.

"Kakak ipar selamat pagi," sapa Adela ramah.

"Pagi juga Adela," balas Aya tersenyum.

"Bagaimana dekorasi pernikahan kakak? Apa kakak suka?" tanya Adela.

"Wah ini sangat indah dan aku suka," ucap Aya.

"Oh iya aku melihat bunga yang dirangkai kak Alicia tepat di tengah aula pernikahan. Bunganya sangat indah," kata Adela.

"Oh ya?" Aya penasaran.

Adela mengajak Aya untuk datang ke aula pernikahan dan saat diperjalanan mereka dihadang oleh Ratu.

"Adela kamu mau kemana membawa Alicia?" tanya Ratu.

"Aku ingin menunjukkan bunga yang dirangkai kak Alicia yang berada di aula pernikahan," jawab Adela bersemangat.

"Alicia tidak boleh masuk kedalam aula pernikahan sebelum menjadi seorang pengantin," ucap Ratu.

"Kan cuma lihat saja, masa tidak boleh," Adela.

"Ini sudah tradisi Adela jadi kamu harus menghormati tradisi kita ya," terang Ratu.

"Tradisi, tradisi, tradisi, itu terus deh dari kemarin," ujar Adela.

"Kamu sebagai seorang putri harusnya lebih tahu dan lebih patuh lagi. cukup jalani saja tanpa protes," kata Ratu lembut.

"Baiklah," Adela.

Ratu melihat kearah Aya.

"Alicia, kamu harus melihat gaun pengantin kamu dan cobalah dulu. Pelayan Rara akan mengantarkan kamu," ucap Ratu.

"Baik yang mulia," jawab Aya.

"Aku boleh ikut gak?" tanya Adela pada Ratu.

"Iya boleh," jawab Ratu.

Adela bersemangat.

Mereka pun berangkat dengan beberapa pengawal yang ikut bersama untuk menjaga mereka. Dengan menaiki kereta kuda, mereka tidak lama menempuh perjalanan dan mereka akhirnya sampai ditujuan. Aya mulai turun dan disusul oleh Adela lalu mereka masuk dalam toko. Rupanya dalam toko Pangeran juga ada di sana bersama dengan Felix.

"Pangeran juga ada rupanya," kata Aya.

"Hai kak Fitz, hai kak Felix," sapa Adela.

Felix menjawab salam Adela dengan menundukkan kepalanya.

"Nona Alicia sudah datang, silahkan lewat sini Nona," ucap pemilik toko.

Aya mengikuti pemilik toko.

"Ada beberapa gaun yang sudah saya siapkan untuk pernikahan Nona," pemilik toko memperlihatkan beberapa gaun pengantin.

swapped soulTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang