Selesai UTS

376 116 27
                                        

Shena's POV

Tebak hari ini hari apa. Ya, hari ini adalah hari Senin. Apa yang spesial dari hari Senin? Bukankah hari Senin membuat kebanyakan orang merasa tertekan? Tapi, Senin yang ini agak berbeda. Tertekan dari hari sebelumnya sampai siang ini. Ya, karena hari ini ujian matematika wajib dan PPKN. Ujian terakhir yang kita tempuh selama 2 minggu ini. Habis itu, beban hilang. Ga sepenuhnya sih, soalnya masih ada remidi kalo nilai kita ga tuntas.

"Sindai! Gimana ujian Matwa lo?" aku memanggil sahabatku. Sang empunya nama pun seketika menengok karena mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.
"Kayaknya gue remed deh..." kata Sindai sedikit sedih, "elo sendiri gimana She?"
"Kalo gue ga remed sih, cuma ada feeling kalo nilai gue bakalan pas-pasan," timpalku.
"Sama anjir, atau malah bisa aja jadi remed," sahut Felice yang dari tadi berada bersama kami.
"Felice kan pinter, ga mungkin kalo sampe dia remed!" komentar Natalia. Aku seopini dengan Nata, Felice memang pintar pelajaran Matematika umum dan minat.
"Bener tuh! Kayaknya ga mungkin deh kalo Felice sampe remed," Elen nimbrung.
"Bisa aja," kata Felice sambil ketawa karena salting.

"Gaes, maaf kalo ngubah suasana, tapi gue mau cerita..." aku bersiap untuk memulai topik baru.
"Apaan She?" respon Felice.
"Apaan dah?" Sindai pun turut berkomentar.
"Cepet anjir jangan gantung," Nata berkata dengan tidak sabaran.
"Ya udah, jadi gue tuh kena rumor. Mereka bilang, gue masih suka ama Herve. Padahal mah engga. Yang jadi pertanyaan, emang kalo gue ngebahas dia itu berarti gue seneng ya? Perasaan enggak deh. Orang dia aja ga bales perasaan gue, ngapain gue seneng? Bener-bener rumor ga berdasar," aku bercerita.
"Kalo menurut gue ya She, itu rumor ga sepenuhnya ga berdasar loh," timpal Elen.
"Bener kata Elen. Gini loh Shena, coba deh lo mikir lagi. Gue ga setuju sih kalo lo ngebahas itu berarti lo suka, tapi mereka ngesinisin lo karena lo itu ngebahas si Herve tuh kejauhan. Jadi kesannya kaya lo jadi berharap banget, dan lo juga sakit hati. Yuk bisa yuk, lo jangan memaknai sesuatu tuh setengah-setengah, harus liat keseluruhannya dulu," jelas Sindai panjang kali lebar kali tinggi.
"Thank you so much Sindai, ni gue juga lagi tahap ngejauhin dia, and distract myself from discussing about him over and over," responku.
"Kayaknya gue deh yang sebaiknya berterimakasih sama lo, karena lo masih dengerin gue dan ga jadi orang yang anti kritik," kata Sindai.
"Kalo menurut gue ya, orang sahabatan itu harus saling ngingetin, biar pertemanannya makin solid," kataku.
"Bener banget! Jujurly gue seneng loh punya sahabat bisa diajak critical thinking kaya lo," kata Nata.
"Gue orangnya lowkey gampang overthinking sih..." kataku yang langsung disambut tawa oleh teman-temanku.




==Unbelievable==

[SUDAH TERBIT, OPEN ORDER] unbelievable // k-idols 01lCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang