Anes Si Cepu

44 23 9
                                        

    Pada hari Minggu, Sena, Nanda, dan juga Ifena berjalan-jalan ke Grand Indonesia. Karena saat mereka sampai situ sudah jam setengah dua siang, maka dari itu mereka akan memulai aktivitas di mall yang terletak di Jakarta Pusat itu dengan memakan santap siang mereka. Mereka memilih untuk makan siang di Sushi Go karena harganya yang terjangkau namun rasanya enak.
     "Lo udah pernah makan sushi pake rel belum?" tanya Shena pada Venus.
     "Udah, lo pikir gue anak kampung apa? Tentu aja engga lah," kata Ifena dengan nada sedikit sombong.
    "Dih salty amat? Orang gue cuma nanya," komentar Shena.
     "Santai She, santai," Nanda mencoba memediasi suasana.

      Shena, Nanda, dan Venus pun     bergantian mengambil sushi yang berjalan melalui rel. Untuk menghemat pengeluaran, mereka bertiga kompak memesan ocha dingin yang bisa diisi ulang secara cuma-cuma.
      "Enak ocha di sini, ga terlalu manis," komentar Sena.
       "Gimana sih lo ah, orang ga ditambahin gula juga ya makanya ga manis," komentar Venus dengan nada tinggi.
       "Ga kesian lo ama Shena? Dari tadi dia disaltyin mulu loh," komentar Nanda. Venus lanjut mengambil sushi sembari memakannya.

      "Eh eh, tau ga?" Sena mencoba mengalihkan topik.
       "Kaga," komentar Nanda.
       "Gue belakangan ini sering bahas Anes waktu gue chat sama Herve via akun Venus," kata Shena.
       "Nice info She, tapi kalo ada apa-apa lo jangan cerita ke Anes," respon Nanda.
        "Hah kenapa?" Sena balik tanya karena kaget.
        "Dia bisa cepuin semuanya ke Herve," Sena terdiam karena ia tak yakin. Walau begitu, saking kagetnya Shena sampai nyaris tersedak teh ocha yang sedang ia teguk.
        "Waktu itu gue kasih tau Anes kalo Venus ada nomor baru. Kata Anes dia ga bakal ngasih tau. Eh tapi dia cepuin ke Herve dong," cerita Nanda.
         "Tolol," kata Sena sambil setengah tertawa, "anjir gue ngatain sahabat gue sendiri."
         "Itu yang bikin gue udah ga percaya lagi sama dia," kata Nanda sambil tertawa.
          "Gue tau," kata Sena, "dan itulah yang bikin gue takut sama Anesya."

      "Lo inget kan sama rumor yang sempet kesebar di sekolah?" tanya Shena mengenai kejadian yang baru saja terungkap dalangnya karena sebuah obrolan. Dalang dari rumor tersebut ternyata merupakan Anesya sendiri. Menurut Anes, kronologinya dimulai ketika Anes dan seseorang temannya yang enggan ia sebutkan namanya sedang membicarakan Shena melalui Whatsapp. Teman tersebut menyalin pesan Anes dan ia sebarkan ke grup-grup yang bersangkutan dengan sekolah untuk meraih kepedulian. Anes sudah minta maaf ke Sena, dan langsung Sena maafkan karena rumor tersebut memang benar adanya walau itu sebuah keburukan.
       "Inget," kata Nanda.
       "Maaf ya Nan, gue sempet positif banget kalo penyebar rumornya itu lo. Nyatanya engga, dan ga disangka-sangka pelakunya siapa. Penyebar rumornya pertama kali itu ternyata Anes. Lo jahat Nes, jahat banget. Gue selama ini percaya sama lo dan mau nerima lo sebagai sahabat gue, tapi ternyata lo kaya gini di belakang gue. Lo orang pertama yang nyebarin masalah gue sama Herve sampe viral sesekolahan," keluh Shena sembari minta maaf pada Ananda.
         "Gapapa She, gue maafin. Toh semester lalu gue sempet ada problem sama lo juga. Masa lalu biarlah berlalu, jangan dijadiin beban apalagi halangan dalam pertemanan kita," balas Nanda.
          "Makasih banyak Nan. Asli, jarang gue ketemu orang yang pemaaf kaya lo," kata Shena sembari tersenyum.




==Unbelievable==













[SUDAH TERBIT, OPEN ORDER] unbelievable // k-idols 01lCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang