13th 'With Abang Alben

4K 331 1
                                        

Ney itu gak bisa diam. Selalu ada aja yang dikerjakan. Seperti sekarang, ia sedang membantu Dexter mengangkut barang-barang yang ada di lantai satu ke dalam mobil truk.

Furaka tiba-tiba mendapat ide untuk menjadikan lantai satu rumahnya menjadi dufan khusus untuk si kecil. Sedangkan ia membangun sebuah gedung lain untuk mereka bekerja di bagian selatan mansion yang berjarak sekitar dua kilometer. Furaka tidak ingin tamu-tamunya mengetahui keberadaan si kecil, karena tamu-tamu yang biasanya datang adalah manusia penjilat yang berbahaya dan menjijikkan.

Sebenarnya Dexter tidak perlu repot-repot ikut mengangkut semua barang yang ukurannya raksasa itu, tapi Ney memaksa ingin membantu para pekerja yang terlihat sangat sibuk. Karena Ney baik hati dan tidak sombong, ia ikut membantu walau hanya mengangkut beberapa tangkai bunga hias yang seharusnya masuk ke dalam box.

"Ayah, yang mana lagi?"

Karena gemas, Dexter justru mengangkut Ney untuk dibawa duduk di kursi taman. Ia sudah terlalu malas cosplay menjadi tukang. Hey! Dia itu penerus keluarga Hinafuka!

"Sudahlah. Tugas kita selesai." Dexter mencium pipi tembam Ney yang lembut itu. Tak lama, sosok Hiru muncul sembari membawa sebotol susu coklat untuk Ney. Di belakangnya, seorang pelayan mengikuti dengan nampan berisi satu gelas jus jeruk milik Dexter.

"Permisi tuan," pamit Hiru kemudian segera berlalu setelah menyelesaikan tugasnya. Jujur saja wanita itu lebih nyaman ketika tinggal di Jepang. Selain karena terbiasa, pawang Ney juga sedikit, membuatnya bisa lebih banyak berinteraksi dengan manusia mini itu.

Tapi ketika melihat Ney sudah tidak kesepian lagi sejak pindah ke sini, ia jadi ikut senang. Yah, Hiru bisa apa lagi emang selain mensyukuri segala kasih sayang yang menghampiri si kecil?

"Ayah, mau coba.." Ney tergiur melihat es batu yang ada di minuman Dexter. Walau begitu, botol susunya juga tetap dipeluk agar tidak ada pencuri seperti abangnya, Ran.

"Kau mau ini?" Dexter bertanya sembari mengangkat gelasnya. Mendapat anggukan kecil dengan tatapan penasaran, Dexter membiarkan Ney mencicipi minumannya sedikit.

"Bagaimana?" Sungguh, Dexter dengan susah payah menahan tawanya melihat wajah Ney yang cemberut merasakan asamnya jeruk. Pria itu memang meminta jeruk asam agar terasa segar di tenggorokan. Dan Ney itu benci asam.

"Kenapa wajahmu seperti itu?"

Alben tiba-tiba menghampiri mereka entah darimana. Anak itu sudah tidak memerlukan tongkat bantunya lagi setelah Ferbian melakukan sesuatu pada kakinya kemarin. Dan sekarang Alben bingung dengan ekspresi Ney yang terlihat sangat tersiksa.

"Nda enak!"

"Huh?" Alben lagi-lagi dibuat bingung dengan ucapan adiknya itu. Ia kemudian melihat sang ayah yang tersenyum puas menatap ke arah Ney.

"Minumlah susu mu, sayang," ujar Dexter lembut. Ia terkekeh ketika Ney menyedot susu coklatnya dengan rakus hingga membuat kepalanya menadah ke atas.

"Ayah..." Ney menatap Dexter dengan berlinang air mata. Sejujurnya ia menuntut maaf dari pria itu karena membiarkannya meminum minuman asam.

"Hahahhahahahaha, ayah kira Ney suka semuanya?"

"No... Ayah jahat!" Dexter pasrah saat anak itu menuduhnya, padahal ia memang tak tau kalau Ney anti rasa asam. Dan sekarang, anak itu memberontak dari pangkuannya lalu merentangkan tangan minta dipungut kepada Alben. Tentu saja dengan senang hati Alben mengambilnya. Memang dari awal niat anak itu adalah merampok si kecil dari ayahnya sendiri.

"Ayah memang jahat, ayo kita pergi!" ujar Alben.

Ney memeletkan lidahnya ke arah sang ayah, mengejek Dexter yang menatap mereka tak percaya. Tangannya juga melambai-lambai berpamitan dengan Dexter dengan riang.

Deep Inside [Hinafuka Fam]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang