Kemarin, setelah Yoslie mengetahui beberapa buah-buahan miliknya dicuri, wanita itu langsung mengintrogasi si pelaku yang ketahuan lewat rekaman CCTV. Dan sesuai rencana, Alben benar-benar menjual nama adiknya agar tidak kena marah. Lalu Yoslie? Dia malah senang tak karuan karena tahu Ney suka makan buah.
Yoslie sudah membuat jadwal dengan si kecil untuk pergi berkebun bersama. Ketika ia meminta izin, Nia memaksa untuk bergabung dan Yoslie tidak bisa apa-apa selain mengiyakan permintaan ibu mertuanya. Niat hati ingin kencan berdua jadi gagal karena mereka jadi bertiga.
Ney sangat menggemaskan dengan baju kodok ala farmer yang dibelikan ibunya kemarin. Anak itu juga membawa kereta kecil yang digeret sendiri olehnya. Kata Ney, untuk menaruh buah yang akan mereka petik. Padahal niat Yoslie adalah mengajarkan cara menanam dan merawat pohon kepada anak yang bisanya hanya makan itu.
"Ney, yang itu belum matang, sayang. Ayo ikut mama dulu ke sini."
Yoslie menggandeng tangan kecil Ney ketika anak itu hampir memetik buah semangka yang masih sangat muda sampai dikira apel oleh Ney. Sedangkan Nia sibuk merekam kegiatan 'berkebun' yang sedang Ney lakukan dari belakang. Mereka kemudian menuju ke sebuah kebun hidroponik yang lebih teduh tempatnya.
"Mama, ada ulat!" Ney lantas memeluk kaki Nia saat melihat seekor ulat yang sedang asik memakan daun pohon strawberry. Ney tidak takut hewan apapun, bahkan hewan buas sekalipun tunduk dengannya. Tapi, Ney itu benci ulat. Ia geli melihat tubuh ulat yang kecil, panjang, dan suka menggeliat.
"Moma.. moma!"
Bukannya membantu, Nia malah semakin sibuk menyorot wajah ketakutan Ney. Sedang Yoslie segera membuang ulat yang mencuri tanamannya. "Kemari Ney, ulatnya sudah mama buang." Ney kembali riang dan berjalan dengan senyuman yang merekah menuju Yoslie.
"Maacih mama."
"Ternyata kau takut ulat, ya?" Yoslie bertanya setelah sebelumnya tertawa menyaksikan tingkah si kecil. Ney balas mengangguk dan langsung menarik tangan mamanya agar segera menuju kebun anggur yang menggodanya.
"Cana mama! Anggul nya banyak!" Ia menunjuk-nunjuk anggur yang tergantung karena Yoslie membuat sebuah kerangka agar pohon anggur itu merambat ke atasnya. Di samping kebun anggur itu juga ditanami banyak pohon buah yang kokoh agar suasana jadi teduh.
"Ya ampun, sini kamu!" Yoslie mengangkat tubuh gempal Ney karena bocah itu hampir tersandung polibag akibat berlarian. Wanita itu langsung menghujani pipi gembul Ney dengan ciuman berharap si kecil bisa bersabar sedikit. "Jangan lari-lari sayang, nanti jatuh."
"Hahahhahaha udah mama!"
Nia terkikik geli melihat wajah frustasi Ney yang sudah tersiksa, sedangkan Yoslie tertawa mendengar protes dari ponakannya. Yang sebentar lagi akan menjadi anaknya. Semoga.
"Kau mau petik? Tapi sebelum itu kita beri pupuk dulu ya?" Yoslie menyodorkan pupuk organik kepada Ney yang masih menatap anggur-anggur miliknya dengan tatapan lapar. Walau begitu, Ney tetap menerima pupuk dari mamanya dan turun dari gendongan wanita itu.
Tapi Ney bingung, bagaimana caranya memberi pupuk? Dan apa itu pupuk?
"Mama, pupuk tu apa?"
Nia tepuk jidat. Ia pikir Ney sudah tau karena langsung mengiyakan ketika diajak berkebun. Tak tau saja ia bahwa yang ada di pikiran Ney, kata berkebun memiliki arti makan buah lezat.
"Pupuk itu makannya tanaman, sayang. Kalau dikasih makan, nanti pohonnya cepat gede dan bisa buat buah untuk Ney makan." Yoslie menjelaskan dengan sabar. Ia juga berpikiran seperti Nia sebenarnya, tapi secara tak terduga malah mendapat pertanyaan ajaib dari si kecil
KAMU SEDANG MEMBACA
Deep Inside [Hinafuka Fam]
HumorGanas? Dingin? Sadis? Tak kenal ampun? Ya Hinafuka. Sebut saja keluarga ini Mafia, karena kekayaan mereka yang tak ternilai sudah cukup untuk membuktikan kekuasaan mereka. Wajah tanpa ekspresi dengan rupa yang harus diakui dunia, mereka bukanlah ora...
![Deep Inside [Hinafuka Fam]](https://img.wattpad.com/cover/336213223-64-k332514.jpg)