Forest of the Fireflies #24

1.6K 206 222
                                        


"Hotarubi no Mori e

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hotarubi no Mori e."




...




"Jadi dia benar-benar berhasil mendatangimu seperti katanya dulu, ya?"

Kalimat yang keluar dari mulut Choi Hakyeon itu membuat Jeno mematung seketika. Lalu dengan tenggorokan tercekat dia bertanya susah payah, "Ma-maksudnya?"

Paman Choi mengeluarkan helaan napas berat yang bisa didengar lewat jaringan telepon. Seolah satu meteor jatuh di atas kepalanya yang sudah dipenuhi kemelut dan menunggu ledakan dahsyat menghancurkan segalanya.

"Maafkan aku, Nak!"

Jeno merasakan lehernya dicekik tangan tak kasat mata.

"Kenapa Paman minta maaf?" balasnya mencoba meyakinkan diri. Dia tidak siap dipaksa menerima fakta baru yang selama ini tersembunyi. Dia tidak siap harus melawan orang-orang yang selama ini dianggapnya kawan.

"Paman berbohong padamu selama ini karena tidak mau kau merasa bersalah. Lagipula ini semua bukan salahmu, kau tidak pernah memilih untuk kuselamatkan hari itu. Tapi kau harus tahu bahwa tidak ada rasa sesal sedikit pun yang muncul karena sudah mengangkatmu sebagai anak. Rasa menyesalku jatuh pada caraku yang bodoh dan tidak tepat dalam menangani situasi," kata pemilik bisnis senjata ilegal itu dengan suara lirih.

Jeno yang kebingungan akhirnya bersuara, "Sebentar, apa maksudnya? Aku bertanya secara spontan karena... karena orang yang kukenal memiliki wajah sangat mirip denganmu. Perasaanku jadi gelisah sejak menyadari hal itu dan terus berpikir untuk langsung bertanya padamu saja. Aku sama sekali tidak menduga bahwa kecurigaanku nyata-nya benar. Apa yang sebenarnya terjadi?"

Pemuda Lee mendecak keras dengan rahang yang dipasang garis semakin tajam. Dia marah. Setelah dihantam fakta mengejutkan, dia harus dihantam fakta lain yang jauh lebih membingungkan.

"Kau bertanya padaku karena dia sudah bicara padamu soal identitasnya, bukan?" Suara Paman Choi menjadi lebih panik daripada sebelumnya.

Jeno menggeleng kasar seolah sang ayah angkat bisa melihatnya saat ini.

"Tidak! Aku bertanya karena ada seseorang yang terlihat sangat mirip denganmu. Jadi selama ini Paman sudah tahu kalau dia sekarang jadi rekan kerjaku? Dan Paman tidak pernah memberitahuku?" tanya-nya menuntut.

"Sebentar! Kita luruskan ini dengan kepala dingin. Paman juga bingung dengan apa yang kau bicarakan, Nak!" balas suara dari seberang dengan intonasi menenangkan.

703Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang