"Jaemin adalah masa lalunya yang indah. Bertemu dalam dusta yang dikepung oleh kuasa. Waktu berdentang, bergerak mengalahkan detak yang berpacu. Mengalahkan keinginannya untuk lari, lari yang jauh."
NOMIN 18+
Jaeyong, Markhyuck, Luwoo
MAFIA
DARK
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Inginmu dan inginku saling tumpang tindih dan hampir runtuh. Salahku dan salahmu justru sembunyi dalam waktu."
...
Pagi itu markas Stone Cold terasa lebih sunyi dari biasanya. Semua sandera masih bekerja sesuai divisi masing-masing, tapi waktu seolah berjalan hanya diisi hening. Kim Jungwoo yang sudah menyelesaikan tugas memasaknya lebih awal pun memilih untuk segera kembali ke rumah 703. Seluruh badannya dilumas keringat yang ingin segera dibasuh bersih.
Setelah mandi dan berganti pakaian -baju seadanya yang sudah disediakan oleh Stone Cold- Jungwoo merebahkan diri ke atas sofa lapuk langganan Yunho duduk. Dia memejamkan mata sejenak dan berpikir tentang hal-hal yang mengusik ulu hatinya beberapa hari ini.
Jungwoo sudah dihubungi oleh sang ayah yang dia samarkan menjadi Mr X dalam telepon jadul miliknya. Kim Wooyoung memberi pesan singkat bahwa Johnny sedang mendesak Kangjoon dan tim keamanan distrik pusat untuk segera mengaktifkan ijin akses Zeus.one. Itu artinya, markas Stone Cold dalam bahaya besar tak lama lagi.
"Kenapa dia tidak segera mengeluarkan aku dari sini?" batinnya dalam hati.
Ya, benar. Mengapa Lucas belum juga mempersiapkan misi kabur dari markas Stone Cold?
Dua tahun lalu, Jungwoo memilih ikut dalam misi rahasia Lucas yang sangat membahayakan keamanannya itu karena diiming-imingi banyak janji menggiurkan. Janji yang sangat dibutuhkan Jungwoo sebagai sosok yang terkepung di jalan buntu. Lucas berjanji akan memutus segala macam koneksi Jungwoo dengan Johnny dan WFF. Lucas juga berjanji bahwa setelah dia diberi akses kabur dari markas Stone Cold, maka Jungwoo akan dipindahkan ke distrik lain yang jauh dari semua kekacauan ini agar tidak lagi terdeteksi.
Lalu mengapa kini Lucas masih diam saja dan tidak beraksi? Apakah dia sudah dibohongi?
...
Di sore hari yang sama, Jungwoo pergi ke bagian belakang gedung dapur. Dia berjalan dengan langkah cepat dan kepala yang bergerak panik ke kanan dan ke kiri, seolah takut bayangnya ditangkap oleh mata lain.
Sekitar dua jam yang lalu, Jungwoo yang sudah tak tahan dengan kemelut pertanyaan akhirnya menghubungi Lucas, lagi-lagi dengan telepon jadulnya. Pesan yang memaksa Lucas untuk pergi menemuinya dan berbicara empat mata. Pria yang diberi pesan pun membalas dengan kalimat singkat.