Infinite Void #36

202 18 0
                                        

"Kehampaan tanpa batas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kehampaan tanpa batas."



...



Sejumlah 370 kendaraan raksasa milik perusahaan Choi Hakyeon sudah datang dan terparkir di lahan luas markas Stone Cold. Kendaraan itu memiliki kapasitas 100 penumpang, namun untuk misi penyelamatan kali ini -dengan jumlah sandera sebanyak 72 .000 orang- jumlah penumpang akan menjadi dua kali lipat lebih besar.

Seluruh sandera telah mendapatkan informasi tersebut beberapa jam yang lalu. Para ketua divisi kerja yang memberikan penjelasan detail pada mereka. Tentu muncul banyak tanda tanya dan protes, tapi apa mau dikata, nyawa mereka kini jadi taruhannya. Jadi, meskipun terkejut setengah mati, mereka akan tetap mengikuti seluruh mandat dari Stone Cold.

Para pengawal rendahan dan sandera yang telah dilatih dalam menggunakan senjata api akan bergerak sebagai tameng. Mereka sudah diberi arahan mengenai jenis-jenis senjata milik Stone Cold dan milik Choi Hakyeon yang baru saja datang pagi itu.

Di tengah sibuknya persiapan kabur itu, Lucas -yang tidak tahu apa pun- menjadi panik. Peristiwa itu sendiri menjadi bukti bahwa identitasnya telah terbongkar dan Guardians lain sudah bergerak tanpa persetujuan darinya. Mereka bahkan tidak mengikut sertakan Lucas dalam diskusi mendadak itu. Hatinya marah luar biasa, namun rasa takut jauh lebih mendominasi inti sari tubuhnya. Dia harus segera bergegas.

Pria itu berlari menuju ruang kamarnya, lalu mencoba menghubungi seseorang melalui sambungan telepon. Kakinya menghentak-hentak permukaan lantai, bibirnya digigit hingga hampir berdarah dan sekujur tubuh itu penuh keringat berjagung-jagung. Dia gugup.

"Kenapa kau baru menghubungiku sekarang, brengsek? Di mana Jaemin?" ucap suara dari seberang, yang bisa dipastikan bahwa itu adalah Suh Kangjoon. Tanpa basabasi langsung ke topik utama.

"Aku akan membawanya hari ini, kerahkan pasukan rahasiamu untuk menjemputku. Sekarang keadaan markas Stone Cold sudah siaga satu. Aku ketahuan. Mereka merencanakan untuk membawa seluruh sandera menuju zona bebas. Aku ketahuan, maka dari itu mereka tidak memberitahuku soal misi itu sama sekali. Kau harus bergerak cepat!" katanya dengan suara berbisik.

"Apa katamu? Kau ketahuan dan sekarang memaksaku untuk menyusulmu dari sana? Hell no! Kau yang berkata akan ke sini menggunakan caramu sendiri. Bawa putraku sekarang juga atau kau tidak akan bisa masuk ke zona bebas!"

"Tua bangka keparat! Kau pikir aku tidak menjadikan Jaemin sebagai umpan? Dia bisa kubunuh detik ini juga jika kau tidak menuruti perintahku! Sekarang, cepat perintahkan bawahanmu untuk menjemput kita berdua. Passcode zona bebas sudah ada di tanganku dan kau hanya perlu mencari orang untuk membawaku ke sana. Aku janji anakmu akan datang dalam keadaan utuh!"

703Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang